, Gorontalo- Membangun dan menghidupkan Pondok Pesantren di setiap kecamatan menjadi salah satu cita-cita Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo dalam membangun Kabupaten Gorontalo di sektor pendidikan dan agama.
Hal itu diungkapkan Bupati Nelson di hadapan Wakil Menteri Agama RI (Menag) dalam dialog bersama guru agama dan para pimoinan pesantren se Kabupaten Gorontalo, di Ballroom Baitul Izza Dutulanaa, Kamis (28/10/2021).
“Kita ingin di 19 kecamatan yang ad di Kabupaten Gorontalo minimal ada satu pesantren. Dan mudah-mudahan pada 3-4 tahun ke depan semua kecamatan sudah punya pesantren,” ucap Bupati Nelson
Dalam mewujudkan cita-cita itu, Nelson ingin mendorong pesantren ataupun Madrasah agar dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan Kementerian Agama. Karena menurutnya, pesantren merupakan “tameng” moral masyarakat.
“Sebab pesantren menjadi penjaga gawang moral bagi kita sekalian,” ujarnya.
Sebagai daerah yang memiliki 95 persen jumlah penduduk beragama Islam, Nelson menginginkan Kabupaten Gorontalo bisa memfasilitasi masyarakatnya dengan pendidikan berbasis keagamaan.
Oleh karena itu, selain membangun pesantren, cara lain menghidupkan sekolah keagamaan adalah membantu pengangkatan guru agama.
Dengan kemampuan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Gorontalo selama 3 tahun terakhir, akhirnya bisa mengangkat sebanyak 152 guru agama tenaga kontrak.
Namun, lanjut Bupati, hal itu ternyata belum bisa memenuhi kebutuhan guru agama di seluruh pelosok di Kabupaten Gorontalo. Olehnya pemerintah kabupaten berencana mengangkat lagi 100 guru agama.
“Harapannya yang masih kurang dari kementerian agama kami bisa membantu, karena memang ini adalah urusan kita semua sehingga guru agama bisa terpenuhi di Kabupaten Gorontalo,” pungkas Bupati. (Daily30/Sena)












