https://wa.wizard.id/003a1b

Bulog Indramayu Tambah Minyak Goreng dalam Bantuan Pangan untuk Stabilkan Harga

DAILYPOST.ID , Indramayu, Selasa, 21 Oktober 2025 – Cabang Bulog Indramayu, mengumumkan perubahan penting dalam program bantuan pangan. Mulai alokasi Oktober–November tahun ini, minyak goreng secara resmi disertakan dalam paket bantuan pangan yang disalurkan kepada masyarakat.

“Bantuan pangan kali ini berbeda dari sebelumnya. Kami memutuskan untuk mengikutsertakan minyak goreng sebagai bagian dari paket bantuan, Langkah ini diambil sebagai respons terhadap harga minyak goreng yang dinilai masih sulit untuk turun.

Pimpinan Cabang Bulog Indramayu Sri Wahyuni, menjelaskan kepada media bahwa penambahan minyak goreng dalam bantuan pangan ini bukan merupakan penugasan langsung dari pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas). Namun, Bulog Indramayu berinisiatif menggandeng pihak swasta untuk merealisasikannya. Tujuannya adalah untuk meringankan beban masyarakat di tengah kondisi harga komoditas yang masih tinggi.

Sebagai bagian dari persiapan penyaluran bantuan pangan, Bulog Cabang Indramayu melakukan uji kualitas beras yang akan disalurkan. Uji kualitas ini dilakukan di gudang Bulog yang terletak di Desa Pekandangan, Kabupaten Indramayu.

Pemeriksaan kualitas beras ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, perwakilan dari Kejaksaan Negeri, serta unsur TNI dan Polri. Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program penyaluran bantuan pangan.

“Pemeriksaan ini penting untuk memastikan bahwa beras yang akan disalurkan kepada masyarakat layak untuk dikonsumsi dan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan,” jelas Sri Wahyuni.

Jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Indramayu tercatat sebanyak 200.341 keluarga. Mereka tersebar di 31 kecamatan yang ada di seluruh wilayah kabupaten.

Sri Wahyuni juga menyoroti perkembangan harga beras di pasaran. Menurutnya, harga beras medium sempat mencapai Rp14.300 per kilogram. Namun, berkat berbagai upaya stabilisasi, harga tersebut kini telah turun menjadi sekitar Rp12.000 per kilogram, berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).

“Alhamdulillah, berkat sinergi yang baik antara Bulog dan Polres Indramayu dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), harga beras di pasar mulai stabil. Indramayu bahkan tidak termasuk dalam daftar daerah dengan kenaikan harga tertinggi,” ujarnya. Hasil rapat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menunjukkan bahwa Indramayu hanya mengalami kenaikan inflasi kecil, yaitu sekitar 0,07 persen pada awal Oktober. Saat ini, harga-harga kebutuhan pokok kembali stabil.

Untuk periode Oktober–November 2025, setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng setiap bulannya. Karena penyaluran dilakukan sekaligus untuk dua bulan, maka total bantuan yang akan diterima adalah 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Sri Wahyuni berharap penyaluran bantuan pangan ini dapat berjalan lancar dan tepat sasaran, serta membantu menjaga stabilitas harga pangan di Indramayu.

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version