Gorontalo- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo baru-baru ini merilis data inflasi untuk bulan Januari 2024. Hasilnya menunjukkan bahwa inflasi Year on Year (yoy) di Provinsi Gorontalo mencapai 4,4 persen. Selain itu, data menunjukkan bahwa Kota Gorontalo memiliki inflasi sebesar 2,64 persen, sementara Kabupaten Gorontalo mencapai 5,92 persen.
Analisis Kelompok Pengeluaran: Pangan dan Restoran Menjadi Pendorong Utama
Inflasi tersebut disebabkan oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 10,33 persen, diikuti oleh kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 5,51 persen. Selain itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga turut berkontribusi sebesar 1,57 persen.
Sementara itu, beberapa kelompok mengalami penurunan indeks, seperti kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,22 persen, dan kelompok transportasi sebesar 0,02 persen.
Faktor Penyumbang Inflasi dan Deflasi:
Beberapa komoditas menjadi penyumbang utama inflasi yoy Januari 2024, antara lain: beras, biskuit, roti manis, dan beberapa produk pangan lainnya. Di sisi lain, beberapa komoditas seperti daging ayam ras, ikan ekor kuning, dan minyak goreng memberikan andil terhadap deflasi.
Analisis Inflasi Antar Wilayah dan Tahun:
Kabupaten Gorontalo mencatat inflasi tertinggi, mencapai 5,92 persen, sedangkan Kota Gorontalo dengan 2,64 persen. Secara keseluruhan, Provinsi Gorontalo mencapai tingkat inflasi sebesar 4,4 persen. Di sisi lain, tingkat inflasi month to month (mtm) dan year to date (ytd) Provinsi Gorontalo masing-masing sebesar -0,91 persen.
Perbandingan Inflasi Antar Kota:
Data menunjukkan bahwa Kabupaten Gorontalo memiliki tingkat inflasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan Kota Gorontalo. Kabupaten Gorontalo mencapai 5,92 persen, sementara Kota Gorontalo sebesar 2,64 persen.
Kesimpulan
Inflasi di Provinsi Gorontalo pada Januari 2024 cenderung dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sektor pangan dan layanan makanan. Faktor-faktor ini menjadi perhatian utama, dan langkah-langkah perlu diambil untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.












