, MEDAN – Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 di Jalan Gatot Subroto, Medan, menjadi tempat mencari kain tenun Angkola dan cemilan khas.
Cukup kunjungi Paviliun Kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Pemko Padangsidimpuan membawa 96 item produk UMKM binaan. Di antaranya beragam kain tenun lokal seperti ulos, paroppa sadun, abit godang, dan songket hitam sutra.
“Kami ingin masyarakat mengenal Padangsidimpuan melalui produk UMKM,” kata Rafina Sari Daulay, petugas Paviliun Padangsidimpuan, Rabu (15/7/2026).
Harga kain tenun bervariasi, mulai Rp250 ribu hingga Rp5 juta untuk songket hitam sutra. Selain tenun, ada juga kerajinan tangan dan aneka cemilan. Cemilan kurma salak menjadi yang paling laris hingga stok habis. Ada juga banana joy, kripik talas, kripik kulit kebab, dan ekstrak jahe merah.
Sementara Pemkab Tapsel membawa 120 item produk. Tapsel menampilkan 15 jenis kain tenun Sipirok seperti songket, tenun benang lapan, tenun benang enam, abit godang biasa, abit godang manik, paroppa sadun, dan hande-hande.
“Harganya mulai Rp270 ribu sampai Rp5 juta tergantung kualitas tenun,” ujar Ari Angraini Boru Harahap, petugas Paviliun Tapsel.
Produk cemilan Tapsel di antaranya keripik sambal, keripik ikan, stik labu, keripik jagung, dan gula aren.(JB)













