DAILYOPOST.ID Gorontalo – Anggaran terbatas bukan alasan untuk menghentikan langkah kreatif. Itulah pesan kuat yang disampaikan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat peluncuran resmi rangkaian Gorontalo Karnaval Karawo 2025 yang dibuka melalui acara “Music Let’s Go” di Oceana Resto dan Resort, Rabu (21/5/2025).
Acara yang juga disiarkan melalui live taping TVRI Gorontalo ini menjadi penanda dimulainya deretan kegiatan budaya yang dirancang bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai stimulan ekonomi masyarakat.
“Uang yang beredar di daerah ini tidak banyak. Maka tugas kita adalah menciptakan kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Karnaval Karawo harus jadi ruang perputaran uang,” tegas Gusnar dalam sambutannya.
Tahun ini, Karnaval Karawo mengusung tema “Pesona Wastra Nusantara”, sebuah pendekatan baru untuk membumikan wastra lokal sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan akan dirancang lebih variatif dan kolaboratif.
Beberapa event yang akan digelar antara lain Fun Run Karawo, Jelajah Rasa Nusantara, Musik Kreatif Milenial, Karawo dalam Lensa, Bincang Karawo, hingga puncak acara Gorontalo Berkarawo di bulan September.
“Kami butuh dukungan semua pihak, bukan hanya dalam promosi resmi, tapi juga lewat pendekatan kreatif yang bisa menjangkau kalangan milenial,” ujar Aryanto.
Tidak hanya budaya yang dipamerkan, Karawo kini juga terbukti memberi kontribusi nyata terhadap perekonomian. Aryanto melaporkan bahwa nilai transaksi produk Karawo yang tercatat lewat binaan Bank Indonesia mencapai Rp5 miliar, belum termasuk kontribusi dari Dekranasda.
“Ini bukti bahwa budaya bisa menjadi motor ekonomi jika dikelola serius. Dan Karawo memiliki potensi luar biasa,” tambah Aryanto.
Dalam acara peluncuran tersebut, kehadiran Wakil Gubernur Idah Syahidah, Kepala Kejati I Dewa Gede Wirajana, Ketua Pengadilan Tinggi Ifa Sudewi, hingga Kepala Stasiun TVRI Maria Margaretha Sopamena menunjukkan sinyal kuat: Gorontalo Karnaval Karawo 2025 adalah urusan bersama.
Gubernur Gusnar juga mengajak media nasional dan lokal untuk aktif menyosialisasikan event ini sebagai bagian dari gerakan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal. (ad/d09)












