,Modomang, Bolaang Mongondow– Masyarakat Desa Modomang patut berbangga, karena desa mereka terpilih sebagai lokasi pelaksanaan sekolah lapang untuk pelatihan penangkaran bibit kacang hibrida pada Jumat (11/10). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola dan membudidayakan bibit kacang hibrida yang berkualitas, dengan harapan meningkatkan kesejahteraan para petani setempat.
Kegiatan yang berlangsung di bawah bimbingan Prof. Dr. Ikbal Bahua, S.P., M.Si, Guru Besar Tetap di Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo, menghadirkan materi yang komprehensif tentang teknik penangkaran bibit kacang. Dalam pelatihan ini, Prof. Ikbal didampingi oleh **Siti Hadija Junaida, M.Pd**, Direktur Utama Paideia Institute sekaligus Koordinator Program P3PD Sub Komponen 2B di Kabupaten Bolaang Mongondow.
Siti Hadija menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program yang diawasi langsung oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Di Kabupaten Bolaang Mongondow sendiri, pelatihan ini ditargetkan akan diterapkan di delapan desa dari total 200 desa dan dua kelurahan yang ada. “Desa Modomang menjadi pilot project pertama. Kami berharap, dari sini bisa memicu minat petani di desa-desa lain untuk mengikuti jejak yang sama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Siti menekankan pentingnya koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten untuk mendukung keberlanjutan program ini. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat diperlukan agar penangkaran bibit kacang hibrida ini bisa berjalan secara optimal dan berkesinambungan.
Prof. Dr. Ikbal Bahua menambahkan, penangkaran bibit kacang hibrida ini sangat penting, terutama dari sisi ekonomi. “Penangkaran bibit kacang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan adanya program ini, kita bisa memastikan ketersediaan bibit yang cukup di Bolaang Mongondow, sehingga para petani tidak lagi kesulitan mencari bibit. Ini akan menciptakan perputaran ekonomi yang lebih sehat,” jelasnya.
Program ini tidak hanya akan mempermudah akses bibit bagi para petani, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di Bolaang Mongondow. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat bisa meningkat seiring dengan berkembangnya sektor pertanian.
Kepala Desa Modomang, Refky Karauwan, menyampaikan rasa terima kasihnya karena desanya dijadikan pilot project. “Kami sangat bersyukur Desa Modomang terpilih untuk program yang sangat positif ini. Harapan kami, masyarakat dan pemerintah desa dapat menyerap semua ilmu yang diberikan oleh Prof. Ikbal dan bisa menerapkannya dalam praktik nyata. Kami yakin ini akan membawa perubahan pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kami,” ujarnya.
Salah satu warga Desa Modomang, juga berharap program ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk berpartisipasi dalam pengembangan pertanian. “Kami siap mendukung program ini dan berharap desa-desa lain juga bisa melihat manfaatnya.”
Program pelatihan penangkaran bibit kacang hibrida ini diharapkan terus berlanjut, menyebar ke lebih banyak desa, dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi para petani di seluruh Kabupaten Bolaang Mongondow.












