Dailypost Gorontalo – UPTD Balai Pelatihan Teknis Pertanian Provinsi Gorontalo resmi menggelar sosialisasi pemanfaatan aplikasi Learning Management System (LMS LANGGA), Senin (7/9/2026).
Langkah strategis ini diambil untuk mendongkrak kompetensi petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT)di bawah naungan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Gorontalo melalui metode pembelajaran berbasis digital.
Transformasi digital ini menjadi jawaban konkret atas tantangan efisiensi anggaran daerah, Pemanfaatan platform digital dinilai mampu memangkas biaya operasional pelatihan tatap muka tanpa mengurangi kualitas materi yang disampaikan kepada para aparatur pertanian.
Kepala UPTD Balai Pelatihan Teknis Pertanian bersama Kepala Balai Perlindungan Tanaman DKPTPH Provinsi Gorontalo turut mengawal langsung agenda ini, Untuk memastikan pemahaman yang komprehensif, sosialisasi ini menghadirkan narasumber ahli dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDMP) Provinsi Gorontalo, Rahmat Tombokan.
Dalam pemaparannya, Rahmat Tombokan menjelaskan bahwa LMS LANGGA hadir sebagai ruang belajar modern yang inklusif. Platform ini memungkinkan para petugas pertanian mengakses materi diklat secara daring dari mana saja dan kapan saja.
Melalui sistem e-learning terpadu ini, peserta dapat menikmati berbagai fitur pembelajaran seperti akses modul dan bahan bacaan digital, video tutorial interaktif, sistem penyerahan tugas secara daring, serta ujian evaluasi dan monitoring capaian hasil belajar secara real-time.
Sebanyak 30 calon peserta dari Petugas POPT UPTD Balai Perlindungan Tanaman DKPTPH Provinsi Gorontalo mengikuti jalannya sosialisasi.
Mereka dipandu secara teknis mulai dari proses registrasi akun, cara login, menavigasi materi, hingga memantau grafik kelulusan mandiri pada sistem.
Pelatihan ini bukan sekadar adaptasi teknologi, melainkan persiapan krusial untuk agenda yang lebih besar, Setelah sosialisasi ini, ke-30 petugas POPT tersebut dijadwalkan langsung mengikuti Pelatihan Teknik Pengamatan dan Pelaporan OPT dan DPI. Kompetensi baru ini disiapkan khusus agar para petugas mampu mengawal dan mendampingi Program Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) di lapangan.
Dengan adopsi LMS LANGGA, para petugas POPT kini memiliki fleksibilitas tinggi untuk terus meningkatkan kapasitas diri tanpa harus meninggalkan kewajiban pelayanan dan pengawasan di wilayah kerja masing-masing.
Digitalisasi ini diharapkan mampu melahirkan agen perubahan pertanian Gorontalo yang lebih responsif, adaptif, dan mahir teknologi demi menjaga ketahanan pangan daerah.













