Gorontalo – Masalah pelanggaran peraturan lalu lintas dan perizinan angkutan umum di Provinsi Gorontalo masih menjadi perhatian serius. Data tahun 2024 dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Gorontalo mengungkapkan bahwa sebanyak 60 persen unit Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang beroperasi belum pernah mengajukan izin operasional resmi.
Minimnya kepatuhan tersebut disebabkan oleh keterbatasan jumlah personel pengawas serta kurangnya efektivitas dalam mendeteksi status izin kendaraan di lapangan. Selain itu, para pengusaha angkutan juga enggan mengurus dokumen perizinan karena prosesnya yang dianggap berbelit-belit, tidak transparan, dan menyebabkan mereka kehilangan pendapatan harian.

Menjawab tantangan itu, mulai Senin, (14/07/2025), Dishub Provinsi Gorontalo menggelar Giat Pembinaan dan Penertiban Angkutan Orang dan Barang** secara serentak di berbagai ruas jalan di kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo.
Namun berbeda dari sebelumnya, giat kali ini mengusung pendekatan digital melalui inovasi aplikasi SAHABAT ON-SIGHT (SAtu HAri Beres Angkutan Tertib kONfirmasi verifikaSI lanGsung Hasil cepaT). Aplikasi ini memungkinkan petugas melakukan deteksi izin operasional secara langsung dan cepat di lokasi pemeriksaan.
“SAHABAT ON-SIGHT hadir karena kebutuhan akan efisiensi dan kecepatan. Inovasi ini lahir dari visi untuk menciptakan transformasi digital dalam pelayanan publik,” ungkap Kabid Angkutan Jalan Dishub Gorontalo, Abdul Karim Rauf kepada dailypost.id.
“Fitur aksesibilitas kapan saja dan di mana saja, serta kemampuan verifikasi izin langsung di lokasi, membuat proses penertiban menjadi jauh lebih efektif dan transparan,” tambahnya.
Dengan aplikasi SAHABAT, kendaraan AKDP tanpa izin dapat segera terdeteksi dan langsung dimasukkan ke dalam sistem pendataan, yang sebelumnya sangat sulit dilakukan secara manual.
Giat penertiban berlanjut pada Selasa, (15/07/2025), di Terminal Limboto. Di lokasi ini, Dishub turut menguji aplikasi NALDO (traNsformAsi Layanan Data Operasional). Aplikasi ini dirancang untuk mendata keluar-masuk kendaraan di terminal secara real-time, serta memverifikasi status perizinan kendaraan secara langsung.
NALDO memiliki keunggulan dalam kecepatan input data dan validasi izin operasional, dan rencananya akan diintegrasikan ke dalam platform SAHABAT ON-SIGHT sebagai salah satu fitur utama.
“Kami berharap para pemilik angkutan AKDP bisa lebih tertib dan patuh, sehingga masyarakat pengguna layanan merasa aman dan nyaman,” harap Karim.
“Insya Allah, kami terus berinovasi agar pelayanan publik, khususnya layanan perizinan transportasi, menjadi lebih mudah dan efisien,” ujarnya.
Upaya digitalisasi ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo untuk mewujudkan sistem transportasi yang handal, tertib, dan berkeselamatan sebagai penunjang pembangunan daerah yang maju dan sejahtera.
Dengan kehadiran SAHABAT ON-SIGHT dan NALDO, Dishub Provinsi Gorontalo berharap mampu meningkatkan kepatuhan, mempercepat proses perizinan, serta menciptakan ekosistem transportasi yang profesional, aman, dan transparan.












