Gorontalo – Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan dan pelayanan transportasi darat melalui Rapat Penyusunan Pagu Kebutuhan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Tahun Anggaran 2027 yang diselenggarakan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Gorontalo, Selasa (20/012026), di Hotel Yulia Gorontalo.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone, yang diwakili oleh Abdul Karim Rauf, selaku Kepala Bidang Angkutan Jalan serta Nurhasyim Pakaya, ST selaku Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan, menyampaikan sejumlah usulan strategis yang menjadi prioritas Dishub Provinsi Gorontalo untuk menjawab meningkatnya kebutuhan transportasi dan keselamatan lalu lintas di daerah.
Dishub Provinsi Gorontalo menilai, pertumbuhan penduduk, peningkatan penggunaan kendaraan, serta meningkatnya aktivitas angkutan barang berimplikasi langsung pada tingginya risiko kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, ketersediaan prasarana keselamatan jalan yang memadai menjadi kebutuhan mendesak guna melindungi pengguna jalan serta menciptakan lalu lintas yang tertib dan aman.
Berdasarkan Keputusan Gubernur Gorontalo Nomor 383/18/XI/2017, Provinsi Gorontalo memiliki 40 ruas jalan provinsi dengan total panjang 467,17 kilometer dan 18 ruas jalan strategis provinsi sepanjang 176,44 kilometer. Hingga saat ini, pemasangan perlengkapan jalan oleh Dishub Provinsi Gorontalo baru terealisasi pada 22 ruas jalan, sehingga masih diperlukan penambahan dan peningkatan perlengkapan keselamatan jalan sesuai kebutuhan masing-masing kabupaten/kota.
Dalam rapat tersebut, Dishub Provinsi Gorontalo mengusulkan sejumlah program prioritas, antara lain pengadaan dan pemasangan fasilitas keselamatan jalan pada akses menuju Bandara Imbodu, pemasangan rambu peringatan di wilayah rawan bencana, serta penggantian Area Traffic Control System (ATCS) untuk mendukung pengaturan lalu lintas yang lebih efektif.
Selain infrastruktur keselamatan, Dishub Provinsi Gorontalo juga mendorong peningkatan aksesibilitas transportasi bagi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa, melalui subsidi angkutan jalan perintis bagi daerah yang belum terlayani angkutan umum. Terdapat lima lintasan perintis yang diusulkan, yakni Dulupi–Terminal Tilamuta, Bondawuna–Kota Gorontalo, Terminal Limboto–Tapa (via GORR)–Donggala, Terminal Dungingi–Botutonuo, serta Terminal Dungingi–Pentadio Resort–Bukit Proja.
Tak hanya itu, Dishub Provinsi Gorontalo juga mengajukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perhubungan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) serta bimbingan teknis, khususnya di bidang manajemen terminal, pembantu penguji, dan pengawas analisis dampak lalu lintas (andalalin).
Melalui rapat ini, Dishub Provinsi Gorontalo menampung dan menyampaikan seluruh aspirasi daerah untuk diusulkan pendanaannya melalui APBN Kementerian Perhubungan, baik melalui mekanisme Bantuan Teknis untuk ruas jalan kewenangan daerah maupun penganggaran langsung untuk subsidi angkutan perintis dan peningkatan kapasitas SDM perhubungan.
Dengan perencanaan yang terarah dan kolaboratif, Dishub Provinsi Gorontalo berharap pembangunan transportasi darat ke depan mampu meningkatkan keselamatan jalan, konektivitas wilayah, serta pelayanan transportasi yang inklusif dan berkelanjutan.












