, Gorontalo – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Gorontalo, menggelar rapat koordinasi (rakor) kesiapan penyelenggaraan angkutan jelang lebaran Idul Fitri 1444 H, tingkat Provinsi Gorontalo, bersama dengan jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo dan instansi terkait, di Rumah Dinas (Rudis) Pejabat Gubernur, Rabu (29/03/2023).
Kepala Dinas (Kadis), Dishub Provinsi Gorontalo, Muh. Jamal Nganro mengatakan, arus mudik berdasarkan data nasional menunjukan bahwa Provinsi Gorontalo merupakan daerah dominan pemudik yang keluar dibandingkan dengan pemudik yang masuk.
Menurutnya, hal itu dikarenakan adanya beberapa pegawai dari instansi vertikal yang memang merupakan warga dari luar daerah Gorontalo yang kembali ke kampung halamannya.
Namun kata Jamal, hal yang perlu untuk diantisipasi nantinya adalah arus balik, dimana para pegawai dari instansi vertikal yang tadinya keluar lalu masuk lagi ke Gorontalo. Sehingganya diduga akan terjadi adanya kemacetan parah, ditambah lagi dengan adanya tradisi lebaran ketupat.
“Karena memang ada beberapa instansi vertikal yang ada di Gorontalo rata-rata mereka berasal dari luar daerah, terutama daerah Jawa itu balik ke sana, tetapi ketika nanti pada arus balik tentu juga tadi yang berangkat balik lagi untuk kembali bekerja,” tuturnya pada awak media usai rapat.
“Kemudian ditambah dengan adanya budaya di Gorontalo, yaitu namanya lebaran ketupat, biasanya saudara kita yang dari Sulawesi Utara termasuk Sulawesi Tengah, bahkan daerah sekitarnya datang ke Gorontalo sehingganya dilakukan rapat Kesiapan ini,” sambungnya.
Sementara itu, dalam sambutanya Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo, Syukri Botutihe yang turut hadir sekaligus membuka rapat tersebut menjelaskan bahwa, kondisi arus mudik di Gorontalo dilihat dari data yang ada masih pada posisi banyak yang keluar dari pada yang masuk ke Gorontalo.
Syukri menilai, proposisi arus mudik yang menyatakan kondisi Gorontalo, pada posisi lebih banyak yang keluar dibading yang masuk juga dipengaruhi oleh kondisi kurangnya ketersediaan sarana udara.
“Jadi kalau pesawatnya ketambahan armada bisa saja ada ketambahan yang mudik ke Gorontalo, karena masyarakat yang di luar Gorontalo lebih banyak,” katanya.
“Ini juga tergantung dari alat transportasinya seperti tiket murah, pasti banyak yang akan masuk, sehingga kedepan kita akan ansipasi masalah maskapai,” tambahannya.
Lebih lanjut, dirinya mengharapkan agar masalah tiket dan kapasitas angkut harus dipastikan tersedia, tak hanya itu saja Sekda juga meminta kepada Dinas Pariwisata untuk mengantisipasi adanya kerumuman pada objek wisata.
“Warga dari luar daerah yang berkunjung kepada keluarganya seminggu datang ke Gorontalo tidak mungkin hanya berdiam di rumah terus, pasti akan berkunjung ke tempat-tempat objek wisata. Nah oleh sebab itu pariwisata jangan sampai terjadi kerumanan sehingganya perlu mengkoordinasikan dengan instansi terkait.” pungkasnya. (Jefry_Potabuga)













