, Serdang Bedagai – Pernyataan oknum dr. SPS alias dokter Salomo menyinggung perasaan wartawan di Sergai. Pasalnya, dokter di Laboratorium RS. Sultan Sulaiman ini menuding seluruh Wartawan di Sergai semua bisa dibayar.
Peryataan itu dilontarkan ketika duduk di warung kopi roti bakar, Seroja. Senin (21/2) sekitar pukul 09:00 WIB.
Sontak pernyataan itu membuat beberapa wartawan berang, dan kembali mempertanyakan maksud dan tujuan sang dokter dengan tudingan melecehkan profesi wartawan tersebut.
Sebelumnya dr. Salomo pesan roti bakar di Seroja. Di sana banyak wartawan yang ikut serapan roti. Lalu dr. Salomo mengatakan seluruh pegawai ASN dan Honorer di RSUD Sultan Sulaiman hampir 60 persen terpapar covid-19 dan RS tersebut wajib ditutup.
“Hampir 60 persen pegawai RS Sultan Sulaiman terpapar Covid-19, makanya saya tidak masuk kerja, harusnya RS itu wajib ditutup, di tambah lagi tidak ada publikasi soal ini. Ya gimana wartawan di Sergai semua bisa dibayar dan semua sudah dikop sama penguasa,” sebut dr. Salomo di hadapan wartawan dan warga lainnya.
Statemen itu kemudian dijawab. “Siapa penguasanya?” tanya Sugiono wartawan media online.
“Gak usah! saya katakan la itu karena setiap ada masalah dan info juga senyap,” kata dr. Salomo.
Bahkan dr. Salomo membedakan sosok wartawan selama ia bertugas di 3 kabupaten seperti di Batubara, Sergai dan Simalungun. “Kalau di sana seru, kalau di kampung ini (Sergai) diam-diam aja” papar dr. Salomo lagi.
Saat disinggung data 60 persen tersebut, dr. Salomo mengatakan tes PCR dari 398 orang terdiri ASN dan Honorer pada Jumat- Minggu (18,19,20/2) sebanyak 32 orang dinyatakan positif. Namun setelah di cek kembali dr. Salomo kembali meralat bahwa hanya 30 persen yang terpapar bukan 60 persen.
Parahnya lagi, dr. Salomo membandingkan rumah sakit RS. Sultan Sulaiman dengan RS Melati Perbaungan dan RS. Trianda Pasar Bengkel dengan pegawai yang berjumlah 66 orang RS Trianda Pasar Bengkel klaim BPJS satu bulan mencapai 1 hingga 2 Milyar. Begitu juga RS. Melati Perbaungan jumlah pegawai sebanyak 125 orang klaim BPJS satu bulan mencapai 4 hingga 5 milyar.
“Sedangkan untuk RS. Sultan Sulaiman pegawainya 398 klaim BPJSnya 500 sampai 600 juta itu data bulan 9,10 dan 11 tahun 2021,” ucap dr. Salomo membandingkan.
dr. Salomo kembali dikonfirmasi wartawan, mengatakan ia hanya bercanda. “Kan memang dibayar, maksudnya kan digaji untuk biaya sekolah serta keperluan lainnya, itunya maksudnya,” ucapnya sembari mengatakan itu hanya bercanda.
Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19, Drs. Akmal Koto mengatakan Hasil data Dasbot aplikasi dinas Kominfo pada hari Jumat (18/2) pada pukul 14:00WIB untuk data yang terkonfirmasi di Kabupaten Sergai, 46 orang. “Untuk hari Sabtu dan Minggu kita tidak membuka Dasbot aplikasi tersebut,” tandasnya.
Namun Hasil Dasbot Aplikasi Dinas Kominfo, pada hari Senin (21/2) sebanyak 106 terkonfirmasi terpapar covid-19. “Itu artinya dari hari Jumat sampai hari Sabtu dan Minggu sebanyak 60 penambahan kasus di Kabupaten Serdang Bedagai,” lanjut Drs. Akmal.
Apa yang disampaikan dr. Salomo kemudian dibantah Direktur RS. Sultan, Sulaiman M. Idris Daulai, ia menyayangkan pernyataan dr. Salomo yang harusnya bukan hak dia menyampaikan ke publik apalagi mengeluarkan bahasa yang menyinggung profesi wartawan.
“Memang ada yang positif, dari 100 yang di tes PCR sekitar 30 persen dinyatakan positif, namun ini tidak menyurutkan pelayanan RS. Sultan Sulaiman dalam melayani masyarakat Sergai yang saat ini terus memberikan pelayanan terbaik,” tukas Idris.
“Selama menjabat, RS. Sultan Sulaiman tidak pernah kosong pasien, bahkan kondisi RS. Sultan Sulaiman saat ini penuh hingga pasien banyak yang menunggu ruang yang kosong, bahkan pasien terkadang rela menunggu lama di IGD agar bisa tetap di rawat di RS. Sultan Sulaiman dan menolak untuk di rujuk ke RS. Lain,” sambungnya.
“Kita sangat menyayangkan pernyataan dr. Salomo terlebih lagi menyinggung profesi wartawan, saya selaku direktur RS. Sultan Sulaiman juga mohon maaf kepada Wartawan mengingat dr. Salomo juga bagian dari RS, namun saya juga akan membawa permasalahan ini di interen RS, Untuk RS. Sultan Sulaiman Sergai saat ini PAD nya sudah melebihi target dimana target 16 milyar kini menjadi 29 milyar hingga target ini sangat di apresiasi oleh Bupati dan Wabup Sergai H. Darma Wijaya dan H. Adlin Tambunan,” masih kata Idris.
PWI Sergai Kecam Pernyataan dr. Salomo

Ketua PWI Sergai, Edi Saputra mengecam pernyataan dr. Salomo.
“Jika ternyata benar pernyataan dr Salomo yang bertugas dibagian Laboratorium RSUD Sultan Sulaiman Serdang Bedagai (Sergai) yang menyatakan semua Wartawan di Serdang Bedagai bisa dibayar atau sudah dibayar dengan tujuan tidak memberitakan sesuatu hal dan terlebih hal tersebut disampaikan ditempat umum” papar Edi Saputra.
Tentunya pernyataan tersebut merupakan pernyataan picik yang tidak berdasar, demikian ditegaskan Ketua PWI Serdang Bedagai Edi Saputra, Senin (21/2) kepada sejumlah Wartawan via pesan WhatsApp.
” Jika dia (dr.Salomo) berani mengutarakan hal tersebut, dia harus mempunyai bukti akurat yang bisa beliau pertanggung jawabkan”, tegas Eet sapaan akrab Edi Saputra.
Terlebih yang beliau singgung seluruh Wartawan di Serdang Bedagai dan bukan oknum wartawan lanjut Ketua PWI Sergai, berarti dr.Salomo menyingung dan menuding seluruh Wartawan yang ada di Serdang Bedagai yang notabene jumlahnya ada ratusan Wartawan baik media cetak, online maupun elektronik.
” Padahal Wartawan di Kabupaten Serdang Bedagai khususnya anggota PWI Sergai dalam bertugas tetap berupaya mengacu Undang-Undang nomor 10 tahun 1999 tentang Pers, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik yang selalu berupaya bersikap profesionalisme dalam bertugas”,pungkas Edi Saputra.
Ketua PWI Sergai menilai, akibat pernyataan dr.Salomo tersebut jelas-jelas menyinggung serta menciderai hati dan perasaan Wartawan yang ada di Serdang Bedagai dan dr Salomo harus mempertangungjawabkan tudingan tersebut, pungkasnya.( Daily14/Aripin))












