,MEDAN – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara menampilkan hasil karya dan kegiatan kokurikuler siswa SMA/SMK pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 sebagai bentuk dukungan terhadap Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut Bobby Nasution di bidang pendidikan.
PHTC pendidikan tersebut berfokus pada penghapusan pungutan liar dan pemerataan fasilitas. Kebijakan ini selaras dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto. Penerapan Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) di Sumut menjadi bukti komitmen Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution mewujudkan pendidikan yang adil dan merata.
Di paviliun Dinas Pendidikan Sumut, sejumlah sekolah menampilkan kreativitas peserta didik. Salah satunya SMA Negeri 12 Medan. Selain belajar sesuai kurikulum nasional, siswa juga dibekali kokurikuler merajut ulos, membuat kompos, dan hidroponik.
“Peserta didik diberi kesempatan memilih salah satu kokurikuler. Selain mengenal alam dan lingkungan, pembuatan kompos dan hidroponik juga mengajak mereka menekuni sesuatu sejak dini,” kata Nurmawaty, guru SMA N 12 Medan.
Sementara itu, SMK Negeri 1 Beringin menampilkan hasil karya dari berbagai jurusan seperti kecantikan dan spa, tata busana, kuliner, ULP, TJKT, PPLG, dan perhotelan.
“Di stand SMK N 1 Beringin ada layanan jasa kecantikan pembuatan bulu mata palsu, pijat refleksi, melukis kuku, dan hasil karya lainnya,” kata Retni Tri Ramasari, S.Pd, petugas stand SMK N 1 Beringin.
Menurut Retni, kreativitas siswa tidak hanya mendekatkan mereka dengan dunia kerja, tetapi juga membantu memahami peluang kerja dan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki.
Melalui partisipasi di PRSU 2026, Dinas Pendidikan Sumut ingin menunjukkan bahwa pendidikan gratis di Sumut tidak hanya soal akses, tetapi juga penguatan keterampilan dan kreativitas siswa untuk siap menghadapi dunia kerja. (JB).













