, Gorontalo- DPRD Provinsi Gorontalo (Deprov) menggelar Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Gorontalo, dalam Rangka membahas progres pemanfaatan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Provinsi Gorontalo Tahun 2022, di Ruang Dulohupa, Senin (06/06/2022).
Anggota Komisi III Erwinsyah Ismail, S.IKom, dalam rapat itu menyentil sejumlah proyek pekerjaan yang bersumber dari pinjaman PEN tahun 2022 agar terus digenjot. Ia berharap progres pembangunan itu bisa rampung dan selesai tepat waktu.
“Yang menjadi pertanyaan kita, termaksud saya sendiri sebagai anggota DPRD Dapil Kota Gorontalo, yaitu bagaimana kemudian proyek yang didanai oleh pinjaman daerah bersumber dari PEN itu bisa selesai dan bisa segera rampung,” ucap Erwin.
Dikhawatirkan proyek pekerjaan dari pinjaman dana PEN tak dapat dituntaskan akhir tahun ini. Olehnya, mengantisipasi itu, pihaknya di DPRD mewanti-wanti dan melakukan monitoring untuk memastikan agar pencairan dana PEN tidak ada masalah.
“Olehnya hari ini kita sudah bahas dengan OPD dan banggar, kita sudah diyakinkan oleh pihak OPD Pemerintah Provinsi bahwa tidak ada masalah dalam pencairan dana PEN,” tutur politisi Demokrat itu.
Kekhawatiran ini lanjut Erwin, dikarenakan beberapa titik proyek aspirasi yang pernah diajukannya, saat ini sedang dalam proses pengerjaan, hanya saja belum ada termin di pembayaran awal.
“Nah yang pernah saya ajukan di beberapa titik seperti di kanal Tanggidaa Rp55 Miliar dan Andalas Rp42 Miliar itu terinformasi bahwa sudah dilakukan pekerjaan akan tetapi belum ada termin dalam pembayaran awal seperti proyek-proyek biasanya,” bebernya.
Akan tetapi pihak PUPR telah meyakinkan DPRD bahwa perusahaan yang menjadi pemenang tender merupakan perusahaan yang kapabel dan bonafit sehingga hal itu tidak menjadi masalah.
“Namun kemudian dari Dinas PUPR menyakinkan kami bahwa kontraktor-kontraktor yang menjadi pemenang dan menjadi pelaksana itu adalah para perusahaan yang kapabel yang bonafit, mereka tidak masalah untuk menggunakan anggaran mereka sendiri namun sesuai kesepakatan bahwa dalam waktu dekat termin itu akan cair,” imbuhnya.
Erwin menjelaskan bahwa pencairan termin tersebut dilakukan sebanyak tiga tahap dari yang 25, 45 , dan 30 persen.
Ia pun minta dukungan dari masyarakat untuk mendoakan agar proyek pekerjaan yang bersumber dari dana PEN segera selesai.
“Saya meminta masyarakat untuk mendoakan semoga pekerjaan yang didanai oleh PEN bisa cepat selesai serta tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Erwin Ismail. (Adv/RizkyBudji)












