Dailypost Gorontalo – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menginstruksikan seluruh instansi vertikal dan satuan kerja (satker) pemerintah pusat di daerah untuk bergerak masif dalam mempublikasikan program nasional.
Langkah ini dinilai krusial agar masyarakat mengetahui dan merasakan langsung dampak dari program-program strategis yang sedang berjalan.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Gusnar dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Pelaksanaan Program Nasional yang digelar di Ruangan Dulohupa, Kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (27/8/2026).
Gusnar menekankan bahwa keterbukaan informasi publik bukan lagi sekadar formalitas, melainkan kewajiban mutlak yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.
Oleh karena itu, setiap kantor wilayah (kanwil) dan satker dituntut memaksimalkan peran hubungan masyarakat (humas).
“Rakyat menunggu hasil rapat ini. Semua perkembangan program bisa menjadi berita yang bermanfaat bagi publik,” ujar Gusnar tegas.
Salah satu contoh konkret program nasional yang kurang tersosialisasi dengan baik adalah sektor transportasi laut.
Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp62,2 miliar pada tahun 2026 untuk menyelenggarakan layanan angkutan laut perintis di pangkalan Gorontalo dan Kwandang.
Berkat alokasi dana tersebut, masyarakat kini bisa menikmati fasilitas transportasi Tol Laut Sabuk Nusantara dengan harga tiket yang sangat murah, yaitu hanya Rp35 ribu per orang.
Namun, Gusnar menyayangkan minimnya informasi yang sampai ke masyarakat bawah, padahal pemerintah sudah bekerja keras menyiapkan transportasinya.
Layanan angkutan laut perintis di Provinsi Gorontalo ini disokong penuh oleh empat armada kapal utama yang saling terintegrasi, yaitu KM Sabuk Nusantara 97, KM Sabuk Nusantara 83, KM Sabuk Nusantara 76, dan KM Daraki.
Guna mendongkrak efektivitas penyebaran informasi, Gubernur Gorontalo meminta para pejabat dan tim humas instansi pemerintah untuk lebih terbuka serta menjalin sinergi yang kuat dengan insan pers.
Media massa dinilai sebagai jembatan utama dalam menyalurkan data akurat kepada publik.
“Manfaatkan semua lini media. Jangan kalau ada wartawan kita justru menghindar. Mereka memerlukan data valid, dan di sisi lain, rakyat sangat butuh informasi mengenai program yang akan dan telah dilaksanakan oleh pemerintah,” pungkas Gusnar.
Melalui komitmen keterbukaan informasi ini, diharapkan pemanfaatan anggaran negara seperti program Tol Laut Gorontalo dapat terserap optimal dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.













