Gorontalo—Gusnar Ismail menyatakan kunjungan Prabowo Subianto ke Gorontalo berlangsung sukses dan membawa dampak besar bagi pembangunan daerah, khususnya sektor kelautan dan perikanan.
Hal itu disampaikan Gusnar saat memimpin rapat pimpinan di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Sabtu (9/5/2026), hanya beberapa jam setelah Presiden Prabowo bertolak kembali ke Jakarta usai agenda kunjungan kerja di Gorontalo.
Didampingi Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Gusnar mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh rangkaian kegiatan Presiden berjalan lancar meski dipersiapkan dalam waktu yang sangat singkat.
“Alhamdulillah kegiatan ini saya nyatakan berhasil dengan baik. Tentu ini ada indikatornya,” ujar Gusnar dalam rapat tersebut.
Menurut Gusnar, indikator pertama keberhasilan kunjungan Presiden Prabowo terletak pada proses persiapan yang dilakukan secara cepat dan penuh dinamika. Pemerintah Provinsi Gorontalo baru menerima informasi awal mengenai rencana kedatangan Presiden pada Rabu, sementara kepastian agenda baru diperoleh Kamis malam.
Bahkan, kata dia, sempat terjadi ketidakpastian terkait jadi atau tidaknya kunjungan tersebut.
“Hari Rabu kita menerima informasi tentang rencana kunjungan. Itu pun dicat dengan on-off on-off. Kepastiannya baru Kamis malam,” jelasnya.
Tak hanya itu, Menteri Kelautan dan Perikanan disebut sempat merasa khawatir karena lokasi kegiatan awal dinilai belum sesuai ekspektasi.
Meski demikian, koordinasi cepat lintas organisasi perangkat daerah (OPD) membuat seluruh agenda kunjungan dapat dipersiapkan secara maksimal dalam waktu terbatas.
Indikator kedua, lanjut Gusnar, terlihat dari suasana kunjungan yang dinilai berlangsung hangat dan penuh antusiasme masyarakat. Presiden Prabowo mendapat sambutan meriah sejak meninggalkan Stadion Merdeka hingga tiba di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Ribuan warga tampak memadati sejumlah titik jalan untuk menyaksikan langsung iring-iringan kendaraan Presiden RI.
“Mobil Bapak Presiden baru keluar stadion sudah tersendat. Masyarakat sangat antusias menyambut beliau,” ungkap Gusnar.
Antusiasme tersebut dinilai menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Gorontalo menyambut positif kedatangan Presiden Prabowo di daerah berjuluk Serambi Madinah itu.
Indikator terakhir yang disebut paling penting adalah adanya komitmen kuat antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dalam pengembangan kawasan pesisir melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Gusnar mengungkapkan bahwa Gorontalo akan menjadi salah satu daerah prioritas pembangunan KNMP baru oleh pemerintah pusat.
“Alhamdulillah ada sekitar 62 proposal KNMP baru yang akan dibangun di Gorontalo. Nilainya juga cukup besar sekitar Rp1,24 triliun,” katanya.
Nilai investasi tersebut diyakini akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan di Gorontalo, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kelautan dan perikanan di wilayah pesisir.
Program KNMP sendiri menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mendorong modernisasi kampung nelayan, mulai dari penyediaan infrastruktur, fasilitas perikanan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Rapat pimpinan yang dihadiri sebagian besar pimpinan OPD Provinsi Gorontalo itu juga diwarnai sesi evaluasi dan curahan pengalaman selama mempersiapkan kunjungan Presiden.
Sejumlah OPD mengaku harus bekerja ekstra dalam waktu singkat demi memastikan seluruh agenda berjalan lancar. Salah satunya dengan membersihkan ruas Jalan Lingkar Luar Gorontalo (GORR), meskipun jalur tersebut pada akhirnya tidak dilalui Presiden dan rombongan.
Namun kerja keras itu dinilai sepadan dengan hasil yang diperoleh, terlebih kunjungan Presiden Prabowo membawa peluang besar bagi pembangunan Gorontalo ke depan.













