Hipotermia Saat Mendaki Gunung: Kenali Bahayanya dan Cara Pertolongan Pertamanya

Dailypost.id

DAILYPOST.ID Jakarta– Mendaki gunung memang menyenangkan, tetapi ada risiko yang harus diwaspadai, salah satunya hipotermia. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh turun drastis di bawah 35°C, yang dapat membahayakan nyawa jika tidak segera ditangani.

Semakin tinggi pendakian, suhu lingkungan akan semakin dingin, ditambah dengan angin kencang, suhu malam yang turun drastis, serta cuaca buruk. Faktor-faktor ini membuat pendaki rentan mengalami hipotermia, terutama jika tidak mengenakan pakaian yang tepat atau mengalami kelelahan ekstrem.

Agar lebih aman, pendakian berkelompok sangat disarankan, terutama bagi pemula. Dengan begitu, kamu bisa saling mengawasi kondisi anggota kelompok dan memberikan pertolongan jika ada yang mengalami hipotermia.

Tanda-Tanda Hipotermia

Hipotermia dibagi menjadi tiga tingkat keparahan:

  1. Ringan: Menggigil, gigi bergemelatuk, lemas, mengantuk, sulit berbicara.
  2. Sedang: Koordinasi tubuh menurun, kebingungan, bicara mulai tidak jelas, detak jantung melambat.
  3. Berat: Hilang kesadaran, denyut nadi sulit dirasakan, napas sangat lemah, bahkan bisa berujung fatal.

Semakin cepat hipotermia dikenali, semakin besar peluang penyelamatan.

Langkah Pertolongan Pertama Hipotermia

Jika ada anggota tim yang mengalami hipotermia, tetap tenang dan segera lakukan langkah-langkah berikut:

1. Pindahkan ke Tempat yang Lebih Hangat

Carilah lokasi kering dan terlindung dari angin, seperti mendirikan tenda di area aman.

2. Ganti Pakaian Basah dengan yang Kering

Pakaian basah mempercepat penurunan suhu tubuh. Segera ganti dengan pakaian kering, jaket, selimut, topi, serta sarung tangan untuk menjaga kehangatan.

3. Gunakan Penghantar Panas dengan Aman

Bantu meningkatkan suhu tubuh secara bertahap dengan:
✔ Memberikan kompres hangat atau termos panas yang dibalut kain tipis.
❌ Jangan gunakan air panas atau lampu pemanas karena dapat menyebabkan syok suhu.

4. Skin to Skin (Kontak Kulit ke Kulit)

Jika keadaan mendesak, metode skin to skin bisa membantu menghangatkan penderita hipotermia:

  • Lepaskan pakaian bagian atas.
  • Berbaring di sebelah korban dalam satu kantong tidur atau selimut.

Metode ini sering digunakan untuk bayi baru lahir, tetapi juga efektif dalam kondisi darurat di gunung.

5. Berikan Minuman Hangat (Jika Bisa Menelan)

Jika penderita masih bisa menelan, berikan air hangat manis untuk membantu pemanasan dari dalam tubuh.
❌ Hindari alkohol dan rokok, karena bisa memperburuk kondisi.

6. Jaga Kesadaran dengan Gerakan Ringan

Jika penderita masih sadar, bantu menggerakkan tubuh secara ringan, seperti menepuk-nepuk badan dengan tangan sendiri agar tetap sadar.

Kapan Harus Memanggil Tim Penyelamat?

Jika setelah semua upaya di atas kondisi penderita tidak membaik atau semakin parah, segera cari bantuan tim penyelamat gunung. Jangan menunda karena hipotermia yang tidak ditangani bisa berakibat fatal.

(d10)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version