https://wa.wizard.id/003a1b

Ingin Tampil Gagah dengan Seragam IPTU, Polisi Gadungan di Gorontalo Akhirnya Diciduk Petugas

Dailypost.id
IMG-20220225-WA0000-2c63ffe6

DAILYPOST.ID , Kabupaten Gorontalo – Niat hati ingin memikat wanita pujaan, warga Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo berinisial ST (28), justru berurusan dengan polisi. ST diamankan petugas Polsek Boliyohuto setelah ketahuan menjadi polisi gadungan menyandang pangkat Inspektur Satu (Iptu).

Perbuatan pelaku ini terungkap pada Selasa (22/2/2022) pukul 22.00 Wita.

Saat itu ST dengan mengenakan seragam polisi penuh percaya diri mendatangi calon kekasihnya, TN (24), di Desa Bumela, Kecamatan Bilato.

Namun apes, alih-alih menjalin hubungan asmara dengan TN, aksi ST lebih dulu ketahuan saat dua personel Polsek Boliyohuto melakukan patroli rutin di wilayah Desa Iloheluma, Kecamatan Boliyohuto.

Pada saat itu, petugas melihat seorang pria menggunakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Polri berpangkat Iptu berdiri di depan warung dengan menggunakan sandal jepit. Ketika dihampiri dan diberi hormat, pelaku justru membalasnya dengan ragu-ragu.

Lebih jauh lagi saat ST ditegur dan diajak diskusi oleh dua anggota, jawaban yang dikeluarkan ST ngelantur serta mencurigakan.

Melihat gelagat yang mencurikan dari pelaku, Petugas lalu menghubungi Kapolsek Boliyohuto, untuk memastikan apakah ada anggota berinisial ST. Merasa kedoknya akan terbongkar, pria tersebut berusaha melarikan diri dengan meninggalkan kendaraannya, namun segera diamankan.

Kapolres Gorontalo, AKBP Ahmad Pardumuan saat dikonfirmasi membenarkan adanya salah satu warga yang mengaku sebagai anggota polri. Bukti ini di perkuat oleh keterangan wanita (TN) yang sempat ketemu dengan pelaku.

“Benar, ada laporan dua personel yang melakukan patroli malam. Yang bersangkutan sudah diamankan di Polres Gorontalo dan dilakukan klarifikasi,” kata Ahmad, Kamis (24/2/2022).

Saat diinterogasi, pelaku mengaku dirinya memakai seragam polisi hanya karena ingin tampil sempurna dan memikat wanita yang dia idam- idamkan sejak berkenalan di media sosial Facebook. Sehingga untuk meyakinkan kepada wanita tersebut dirinya berusaha memesan seragam lengkap polri melalui situs online.

“Pelaku mengaku sebagai seorang polisi waktu memikat hati perempuan ini, namun profil di Facebook tidak menggunakan pakaian dinas polisi. Untuk meyakinkan perempuan ini, pelaku lalu memesan seragam lengkap polisi melalui situs online,” terang Ahmad.

“Seragam polisi dipakai untuk bertemu perempuan ini. Pengakuan pelaku, pakaian itu kurang lebih empat kali digunakan hingga akhirnya ketahuan,” tambah Ahmad.

Meski begitu, pihak Polres Gorontalo tidak melakukan penahanan terhadap pelaku. Ahmad hanya berpesan kiranya ada yang merasa dirugikan atas perbuatan pelaku yang melangggar Hukum agar segera melapor, baik ke polsek Boliyohuto ataupun ke polres Gorontalo

“Sampai saat ini belum ada masyarakat yang melaporkan perbuatan pelaku yang melawan hukum atau penipuan. Untuk penahanan ada pasal yang boleh ditahan dan ada yang tidak boleh. Saya mengimbau masyarakat melaporkan perbuatan melawan hukum pelaku,” tutup Ahmad.

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version