Dailypost Gorontalo — Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi memperkuat sistem rantai pasok pangan dari hulu ke hilir demi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini diambil untuk memastikan komoditas dari petani lokal dapat terserap langsung dan aman dikonsumsi oleh masyarakat melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan lintas sektor yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, di Azlea Convention Center pada Kamis (17/9/2026).
Dalam arahannya, Sekda Sofian Ibrahim mengungkapkan bahwa Gorontalo memiliki potensi produksi pangan yang sangat melimpah. Tantangan terbesar saat ini adalah membangun jembatan agar hasil panen tersebut tidak sekadar menjadi angka statistik, melainkan masuk ke dalam ekosistem konsumsi Program MBG.
“Penguatan rantai pasok menjadi hal penting agar terjadi keterhubungan antara supply (pasokan) dari produsen pangan daerah dengan demand (permintaan) dari SPPG,” ujar Sofian.
Melalui integrasi ini, pemerintah daerah membidik dua target sekaligus, yaitu memastikan ketersediaan stok bahan pangan berkualitas secara berkelanjutan dan mendorong pemberdayaan ekonomi dengan memprioritaskan produk pangan lokal.
Hingga saat ini, sistem portal penyediaan dan penyaluran MBG mencatat telah ada 116 SPPG yang beroperasi di Provinsi Gorontalo. Dari total tersebut, sebanyak 90 SPPG sudah aktif menyalurkan makanan bergizi setiap harinya. Guna memperluas daya jangkau program nasional ini, Pemprov Gorontalo menargetkan pembangunan hingga 158 SPPG di seluruh wilayah kabupaten/kota.
Tidak hanya fokus pada kuantitas pasokan, Pemprov Gorontalo juga memperketat jejaring keamanan pangan untuk melindungi konsumen. Bahan pangan yang masuk ke dapur SPPG wajib memenuhi standar mutu tinggi.
Sebagai bentuk konkret penjaminan mutu tersebut, dalam acara ini juga dilakukan penyerahan Sertifikat Prima 3 kepada pelaku usaha pangan lokal untuk komoditas beras dan tomat. Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa produk pertanian yang dihasilkan aman dari residu pestisida dan layak konsumsi.
Agenda krusial ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Kesehatan P2KB, Kepala Balai Besar POM di Gorontalo, serta Kepala BGN Wilayah Gorontalo. Kehadiran para pemangku kepentingan kunci ini menjadi momentum penting untuk mengikat pola kerja kolaboratif antara pemerintah, petani, pelaku usaha, pengelola SPPG, hingga lembaga pengawas obat dan makanan.
“Dengan sinergi lintas sektor dan rantai pasok yang semakin terintegrasi, potensi pangan Gorontalo diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Program MBG di daerah,” tutur Sofian.













