Kadis Ketahanan Pangan Gorontalo Beri Waktu 2 Minggu Bangun Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis

Akbar

Dailypost Gorontalo — Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo bergerak cepat mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah daerah kini tengah memprioritaskan pembangunan ekosistem rantai pasok pertanian yang kuat untuk menghubungkan para petani lokal langsung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljady D. Mario, menegaskan bahwa penguatan jejaring keamanan pangan ini tidak boleh mandek di meja diskusi. Ia memberikan tenggat waktu yang ketat kepada seluruh pihak terkait untuk segera menghasilkan langkah konkret di lapangan.

“Saya harapkan dalam waktu dua minggu ke depan sudah ada hasil nyata yang kita dapatkan dari pertemuan ini,” tegas Muljady saat menutup kegiatan Penguatan Jejaring Keamanan Pangan Daerah dan Rantai Pasok Bahan Pangan dalam Rangka Mendukung Program MBG di Azlea Convention Center, Kamis (17/9/2026).

Menurut Muljady, Gorontalo sebenarnya memiliki potensi komoditas pertanian dan pelaku usaha yang sangat siap untuk menyuplai bahan baku program Makan Bergizi Gratis Gorontalo. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah masalah aksesibilitas pasar. Seringkali, para produsen dan petani lokal kesulitan menembus atau terhubung langsung dengan ekosistem institusi seperti SPPG, sehingga potensi produksi daerah yang melimpah belum terserap secara optimal.

Selain masalah akses pasar, Muljady juga menyoroti kendala administratif yang kerap menjadi batu sandungan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah sektor pertanian. Menanggapi hal ini, Dinas Ketahanan Pangan akan segera melakukan koordinasi lintas sektor guna memangkas birokrasi yang rumit tanpa melonggarkan standar keamanan pangan. Langkah ini diambil agar pemenuhan gizi berjalan beriringan dengan jaminan mutu produk yang aman dikonsumsi.

Untuk menyukseskan misi tersebut, diperlukan sinergi kokoh dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah sebagai regulator, pelaku usaha pertanian sebagai penyedia pasokan, SPPG sebagai penyerap utama, hingga instansi kesehatan yang mengawasi mutu pangan. Melalui integrasi hulu ke hilir ini, sektor pertanian Gorontalo diharapkan tidak lagi sekadar menjadi angka data produksi, melainkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi langsung bagi masyarakat sekaligus menciptakan sistem penyediaan pangan yang berkelanjutan.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version