Job Fair Gorontalo 2023 Hubungkan 30 Perusahaan dengan Ribuan Pencari Kerja

Dailypost.id
Penutupan Pekan Job Fair 2023 Gorontalo yang ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Polapalo oleh Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya bersama Rektor UNG Eduart Wolok didampingi Ketua TP PKK Fima Agustina, di Lapangan Tenis Indoor UNG, Rabu (9/8/2023). (Foto : Diskominfotik)

DAILYPOST.ID , Gorontalo– Pekan Job Fair Gorontalo tahun ini telah resmi ditutup oleh Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, dalam acara yang berlangsung di Indoor UNG pada hari Rabu (9/8/2023). Event yang berlangsung selama dua hari ini berhasil menarik perhatian sebanyak 2801 pencari kerja yang antusias berburu peluang dari 1021 lowongan kerja yang ditawarkan oleh 30 perusahaan ternama.

Dalam rilis data resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi Gorontalo, disebutkan bahwa lebih dari 3047 individu telah mengurus kartu pencari kerja selama rangkaian acara Job Fair. Apabila dilihat dari akumulasi hingga bulan Juli tahun ini, jumlah total pencari kerja di Gorontalo telah mencapai angka mengesankan yaitu 16809 orang.

“Puji dan terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI dan seluruh pihak yang telah turut serta dalam kelancaran kegiatan ini. Keberhasilan penempatan 3047 pencari kerja ini akan memberikan kontribusi positif dalam mengurangi angka pengangguran di Gorontalo. Per Februari 2023, tingkat pengangguran kami hanya mencapai 3,08 persen,” ungkap Ismail Pakaya dengan penuh harapan.

Dalam keterangan yang diberikan oleh Staf Ahli Menaker RI bidang Sosial, Politik, dan Kebijakan Publik, terungkap bahwa tujuan utama dari Job Fair ini adalah untuk mengumpulkan perusahaan-perusahaan menengah hingga besar yang berbasis di Gorontalo. Ismail Pakaya ingin memastikan bahwa kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan sejalan dengan ketersediaan para pencari kerja.

“Kami ingin mengetahui jumlah jabatan yang diperlukan, serta jenis lowongan jabatan apa yang menjadi fokus. Sudah hampir tiga bulan sejak saya menjabat, namun masih ada ketidaksesuaian antara kebutuhan perusahaan dengan data tenaga kerja yang ada. Kami berharap dapat memperbaiki situasi ini,” jelasnya.

Selanjutnya, Ismail Pakaya menegaskan bahwa Job Fair hanyalah langkah awal dalam mencari pekerjaan. Dia mengingatkan para pencari kerja untuk terus mengembangkan kompetensi diri agar dapat bersaing dalam dunia kerja yang kompetitif. Pelatihan, kursus, dan sertifikasi profesi diakui sebagai sarana efektif untuk meningkatkan kemampuan sebelum benar-benar terjun ke dalam dunia pekerjaan.

Meskipun Menaker RI, Siti Fauziyah, tidak dapat hadir langsung dalam acara ini, representasi dari pihak Kepala Pusat Pengembangan SDM Ketenagakerjaan, Helmiaty Basri, berhasil memberikan semangat baru dalam event tersebut. Tampak hadir juga unsur Forkopimda, Rektor UNG Eduart Wolok yang juga bertindak sebagai tuan rumah, serta para kepala dinas Nakertrans dari berbagai Kabupaten/Kota di wilayah ini.

 

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version