Gorontalo — Dalam rangka meningkatkan keterampilan digital di kalangan siswa, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Gorontalo, Rifli Katili, secara resmi membuka program Remaja Cakap (Recak) Digital di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Gorontalo. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis (31/10/2024) dan ditujukan untuk memotivasi siswa SMPLB dan SMALB agar lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan di era digital.
“Anak-anak hebat! Keterbatasan yang kalian miliki tidak mengurangi semangat dan motivasi, melainkan seharusnya menjadi dorongan untuk menunjukkan kemampuan luar biasa kalian di masa depan,” ungkap Rifli saat memberikan sambutan. Ia mengapresiasi antusiasme belajar yang ditunjukkan oleh para siswa, yang telah membuktikan bahwa mereka mampu meraih prestasi di berbagai ajang kompetisi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Beberapa prestasi gemilang ditorehkan oleh siswa SLB Kota Gorontalo, antara lain Annisa Peleyalu yang berhasil mewakili provinsi dalam lomba desain grafis nasional pada tahun 2023 dan 2024. Selain itu, Badriah Latif dari SMALB turut berpartisipasi dalam lomba hantaran, sementara Faradilla Daulima berhasil menunjukkan bakatnya di cabang olahraga lompat jauh pada O2SN.
Di bidang keterampilan, siswa SMPLB seperti Nurain juga mendapatkan kesempatan untuk mewakili Gorontalo dalam lomba menjahit tingkat nasional. Tidak kalah menarik, Siti Fadilah Tumoni dari SMALB mengikuti lomba keterampilan barang bekas, Pinkan Mustapa menampilkan kemampuannya dalam lomba membatik, dan Zidan Gobel berkompetisi di cabang bulutangkis.
Rifli Katili menutup sambutannya dengan pesan yang menginspirasi. “Setiap dari kalian memiliki potensi yang luar biasa. Teruslah belajar dan gali kemampuan diri untuk menjadi kebanggaan bagi orang tua dan masyarakat,” katanya.
Program Remaja Cakap Digital ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa tetapi juga memperkuat kepercayaan diri mereka untuk berkontribusi di masa depan.
Dengan adanya inisiatif ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo menunjukkan komitmen untuk memberdayakan siswa SLB, memastikan bahwa mereka tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kepercayaan diri untuk bersaing di dunia digital yang terus berkembang.
(d09)












