https://wa.wizard.id/003a1b

Kenapa Rumah Sakit Jiwa Lebih Didominasi Pasien Laki-Laki?

Dailypost.id
Pasien RSJ. (Foto: Ilustrasi/istimewa)

DAILYPOST.ID , Editorial – Sebelum membahas lebih jauh kenapa pasien di rumah sakit jiwa lebih didominasi laki-laki, kira-kira pembaca pernah mengunjungi rumah sakit jiwa? Nah, jika diperhatikan lebih jauh, ternyata di rumah sakit jiwa lebih banyak dihuni oleh pasien laki-laki ketimbang perempuan. Wah, kira-kira kenapa ya ?

Padahal secara logika, perempuan itu mahluk yang terlihat lemah, dibanding laki-laki, dari segi fisik saja laki-laki lebih unggul, tapi ternyata guys usut punya usut laki-laki lebih kuat fisiknya tapi ternyata hatinya lemah.

Ada sebuah stigma yang tersebar di tengah-tengah masyarakat bahwa laki-laki itu tidak boleh lemah, laki-laki itu harus kuat, laki-laki itu tidak boleh cengeng, laki-laki itu tidak boleh menangis, sehingga stigma inilah yang membuat laki-laki selalu harus terlihat kuat, malu curhat ke siapa-siapa karena takut dibilang alay, lemah dan lain sebaginya. Sehingganya ia hanya menyimpan masalahnya sendiri, dikaji sendiri ahirnya stres, terus gila. Nah, stigma yang tersebar sebenarnya tidak sepenuhnya benar, karena tidak ada data akurat yang menunjukan bahwa jika laki-laki menangis itu menunjukan kelemahannya. Ya, karena dasarnya laki-laki itu juga manusia.

Jadi di sini penulis merangkum dari berbagai sumber, alasan ilmiah kenapa di RSJ itu lebih banyak dihuni oleh pasien laki-laki ketimbang pasien perempuan.

Padahal seperti yang diungkapkan World Health Organization (WHO), sebenarnya wanita lebih rentan terkena gejala stres yang berujung pada depresi daripada pria. Karena ada perbedaan biologis antara pria dan wanita seperti hormon. Selain itu perbedaan faktor sosial juga memainkan peran besar.

Namun seperti dikutip dari Medical Daily bila wanita memiliki lebih banyak hormon estrogen yang dapat memproteksi diri dari gangguan kejiwaan. Sehingga meskipun rentan terkena gejala stres namun wanita cenderung dapat melewatinya lebih baik dan kuat dari pria.

Terlebih karena terbiasa mengalami stres dan depresi sehingga wanita lebih pandai dalam mengelola perasaan. Dengan karakternya wanita selalu memiliki cara untuk mereduksi stres melalui ikatan komunikasi satu sama lain dibandingkan dengan pria yang cenderung diam.

Tak hanya itu wanita dimindset yang sudah tersebar dikalangan masyarakat, bahwa memang wajar jika perempuan bercerita kepada seseorang tentang masalah hidupnya. Karena terdapat perbedaan gander, dan faktor kekuatan fisik yang banyak masyarakat melihat laki-laki lebih didominasi punya otot kekar sehingga ada keterkaitan antara kekuatan fisik dengan kekuatan mental, masyarakat cenderung melihat itu sama pada laki-laki.

Seperti dikutip dari Daily Mail jika stres melanda maka wanita lebih mungkin melepaskannya dengan bercerita pada keluarga atau teman dekat sehingga memberikan penguatan diri dari eksternal. Sedangkan pria cenderung memendam stres karena ikatan antar sesama tidak sekuat wanita.

Oleh karena itu dengan alasan tersebut yang menyebabkan pria tidak dapat melewati fase stres dan terkurung dalam depresi. Sehingga kemudian berakhir dengan gangguan kejiwaan dalam tahap lebih lanjut.

Pria memandang bila stres dan depresi merupakan sebuah kekalahan yang memalukan. Itu membuatnya berperang sendirian karena enggan mencari pertolongan dari luar sehingga menutup diri dari lingkungan sosial.

Terdapat banyak faktor penyebab gangguan jiwa, salah satunya faktor beban hidup yang cukup berat, inalah yang dirasakan seorang pria apalagi ia sudah memiliki rumah tangga dan harus memikirkan anak dan istrinya. Lalu kemudian didukung faktor faktor lainnya seperti :

Faktor Biologis

Seperti yang telah penulis terangkan ditulisan sebelumnya, menurut para ahli bahwa yang mana perempuan memiliki hormon estrogen yang membuat perempuan lebih bisa mengendalikan gangguan mental sekalipun tengah dirundung stres dan permasalahan berat ketimbang laki-laki.

Keterbukaan

Menurut studi yang pernah dilakukan, perempuan mahir mengendalikan dan mengelola amarah hingga stres, karena sudah terbiasa kemudian prempuan lebih mudah menarik perhatian untuk diajaknya bercerita atau berkomunikasi dengan orang lain. Sedangkan laki-laki tidak Suka Curhat

Salah satu penyebab laki-laki tidak bisa melewati masa stres hingga berujung menderita penyakit jiwa karena faktor kesulitan berbagi atau curhat. Kebanyakan laki-laki lebih suka memendam permasalahan, termasuk ketika stres.

Hal inilah yang menjadi pemicu mengapa rumah sakit jiwa lebih didominasi pasien laki-laki ketimbang perempuan. Maka perlu digaris bawahi bahwa sebenarnya berbicara tentang permalasahan hidup semua punya beban dan takaran yang sama. Penulis hanya ingin sedikit membuka cakrawala dari para pembaca bahwa, laki-laki tidak masalah jika curhat, laki-laki tidak masalah menangis, laki-laki tidak masalah untuk tidak terus pura-pura kuat karena memang dasarnya laki-laki juga manusia biasanya.

(Jefri Potabuga)
Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version