Gorontalo- Nasdem Gorontalo melalui Ketua Bidang Komunikasi Publik Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Alyun Hippy, mengungkapkan visi Rachmat Gobel (RG) untuk menjadikan Gorontalo sebagai pusat industri dan jasa berbasis pertanian. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Rachmat Gobel menekankan relevansi konsep agropolitan sebagai solusi untuk mengurangi tingkat kemiskinan di provinsi ini.
Alyun Hippy mengungkapkan, Gorontalo masih memegang predikat provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi kelima di tingkat nasional, mencapai 15,5% per Maret 2023, sementara rata-rata nasional hanya 9%. Hal ini menjadi tantangan yang perlu diatasi dengan serius, dan Alyun menyatakan bahwa konsep agropolitan merupakan langkah tepat untuk memajukan sektor pertanian.
“Pak Rachmat Gobel memiliki konsep yang sejalan dengan kebutuhan kita di Gorontalo. Dengan mengubah komoditas pertanian unggulan menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi, kita dapat meningkatkan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah,” ujar Alyun Hippy, Sabtu (13/01/2024).
Dalam konteks ini, infrastruktur dan kebijakan menjadi kunci sukses. Alyun Hippy mengapresiasi konsep serupa yang diterapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam pengembangan sektor pertanian. Dukungan dalam hal perizinan lahan, tata ruang, dan penempatan kawasan industri dianggap penting untuk memudahkan implementasi konsep agropolitan.
Lebih lanjut, Alyun Hippy merinci bahwa langkah konkret menuju transformasi ekonomi Gorontalo telah dimulai dengan take over Pelabuhan Anggrek. Pelabuhan yang sebelumnya dikelola oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, kini diserahkan ke konsorsium bernama PT Agit. Hal ini dianggap sebagai embrio bagi Gorontalo untuk mengembangkan kawasan industri.
“Take over Pelabuhan Anggrek menjadi poin penting untuk membangun Gorontalo sebagai kota industri. Dengan adanya pelabuhan yang efisien, industri dapat tumbuh, dan investor akan lebih tertarik untuk berinvestasi di daerah ini,” tambahnya.
Dengan kombinasi konsep agropolitan dan optimalisasi pelabuhan, diharapkan Gorontalo dapat mengubah peta ekonomi dan mengurangi tingkat kemiskinan. Pelabuhan Anggrek menjadi kunci strategis dalam mewujudkan impian Gorontalo sebagai pusat industri yang berkelanjutan.
(Adi)












