https://wa.wizard.id/003a1b

Launching Dashat di Desa Pekan Tanjung Beringin Berlangsung Sukses

Dailypost.id
img_1668435061828-af57e545

DAILYPOST.ID , Serdang Bedagai – Launching Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), Desa Pekan Tanjung Beringin berlangsung sukses, dengan ditandai pemotongan pita oleh Camat Tanjung Beringin Elmiati, S.AP, yang dilaksanakan di Kantor Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (14/11/2022).

Kepala Dinas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Serdang Bedagai (Sergai) Dr.H.Helmi N.I.Sinaga, M Kes, mengatakan, bahwa Dashat tersebut merupakan program dari Dinas BKKBN Provinsi Sumatera Utara, dalam upaya menurunkan angka Stunting Anak.

Dr.Helmi juga mengatakan bahwa setiap Kecamatan dan setiap Desa penuh kearifan lokal dalam mengatasi Stunting Anak, khususnya di Desa Pekan Tanjung Beringin, umumnya di Kecamatan Tanjung Beringin.

“Untuk Kabupaten Serdang Bedagai sudah ada 6 Desa yang melaksanakan launching Dashat. Kecamatan Tanjung Beringin baru kali ini diadakan launching yaitu di Desa Pekan Tanjung Beringin ini, dan kita berharap nantinya semua Desa di Kecamatan Tanjung Beringin bisa melaksanakan program ini,” ucap Dr.Helmi.

Kadis BKKN Sergai itu juga menyampaikan harapannya agar semua pihak mempunyai rasa peduli serta mau bertanggung jawab terhadap Stunting anak di dadaerah Kecamatan Tanjung Beringin pada umumnya dan Desa Pekan Tanjung Beringin khususnya.

“Harapan saya agar semua pihak baik itu Kepala Desa, pendamping Desa, tokoh masyarakat serta tokoh Agama, bisa bertanggung jawab terhadap Stunting anak, agar angka stunting bisa menurun,” ungkap Kadis BKKBN Sergai tersebut.

Dalam kesempatan itu, Dr.Helmi juga menjelaskan bahwa di Kabupaten Serdang Bedagai, angka stunting yang paling tinggi adalah Kecamatan Sei Rampah, sedangkan Kecamatan Tanjung Beringin hanya sekitar 68 orang yang terkena Stunting.

“Angka stunting yang paling tinggi di Sergai yaitu Kecamatan Sei Rampah, Kecamatan Tanjung Beringin angkanya masih dibawah Kecamatan Sei Rampah, yaitu sekitar 68 orang. Namun kita harus tetap fokus dalam upaya melakukan penurunan angka, serta bersenergi mengatasi adanya resiko stunting,” ucap Dr.Helmi.

Sementara itu Camat Tanjung Beringin Elmiati,S.AP, mengatakan bahwa dengan adanya launching Dashat oleh BKKBN Provinsi Sumut yang dilaksanakan di Desa Pekan Tanjung Beringin tersebut merupakan penguatan pemberdayaan kampung KB dalam rangka penurunan angka stunting di Kabupaten Sergai.

Elmiati menyampaikan agar semua stakeholder yang ada di Kecamatan Tanjung Beringin saling besinergi dalam menurunkan angka stunting, yang saat ini angka stunting di kecamatan Tanjung Beringin sudah mengalami penurunan dari angka 70 menjadi 68.

“Kita berharap agar semua kita Stakeholder yang ada di Kecamatan Tanjung Beringin ini saling besinergi dalam upaya menurunkan angka stunting, khususnya di Kecamatan Tanjung Beringin saat ini sudah ada penurunan dari angka 70 menjadi 68. Semoga Dashat ini bisa berkelanjutan,” ungkap Elmiati lagi.

Camat Tanjung Beringin itu juga menjelaskan agar Dashat yang sudah ada bisa digunakan oleh keluarga yang berisiko stunting maupun keluarga yang mempunyai anak stunting, guna menurunkan angka stunting, khususnya di Kecamatan Tanjung Beringin.

“Dan setelah ini kita akan lakukan tindak lanjut terhadap Dashat yang sudah ada, agar bisa bermanfaat bagi keluarga yang berisiko stunting maupun keluarga yang mempunyai anak stunting, supaya angka stunting di kecamatan Tanjung Beringin bisa lebih menurun lagi,”ucap Elmiati.

Menurut Elmiati, saat ini di Kecamatan Tanjung Beringin yang paling tinggi angka stuntingnya adalah Desa Pekan Tanjung Beringin yang mengalami stunting anak sekitar 24 orang. Kemudian yang kedua Desa Bagan Kuala sekitar 12 orang yang memgalami stunting anak, yang ketiga Desa Tebing Tinggi sekitar 11 orang, sedangkan desa yang lain hanya sekitar 3 sampai 4 orang saja yang mengalami stunting.

Sementara itu Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin, Ir. Indra Syahputra, mengatakan dengan adanya Launching Dashat dari BKKBN Provinsi Sumut tersebut menunjukkan bahwa dari 8 Desa yang ada di Kecamatan Tanjung Beringin, Desa Pekan Tanjung Beringin adalah salah satu desa yang dijadikan pilot project dalam penurunan angka stunting.

” Hari ini Desa Pekan Tanjung Beringin, telah menjadi pilot project dalam penurunan angka stunting. Hal ini ditandai dengan adanya launching Dashat dari Dinas BKKBN Sumut di Desa Pekan Tanjung Beringin. Launching tersebut dilakukan pemotongan pita oleh Camat Tanjung Beringin Elmiati S.AP. Dan kami akan memanfaatkan program Dashat ini dengan sebaik baiknya, guna menurunkan angka stunting di desa kami,” ujar Indra Syahputra.

Menurut Indra Syahputra penyebab stunting tersebut dikarenakan adanya faktor kesalahan pola asuh anak dari sang ibu, mulai dari sejak kehamilan hingga setelah lahirnya anak. Kemudian faktor ekonomi juga bisa menyebabkan stunting, karena ekonomi yang kurang mampu tentunya akan sulit dalam pemberian gizi yang cukup terhadap anak.

” Penyebab stunting itu adanya faktor kesalahan dalam pola asuh anak, dimana si ibu kurang adanya pendidikan terhadap mengasuh anak dari mulai kehamilan hingga sampai lahirnya anak. Kemudian dikarenakan juga masalah faktor ekonomi, salah satunya adanya kemiskinan ekstrim yang tidak bisa mencukupi gizi anak sehingga menimbulkan gizi buruk dan stunting dalam keluarga,” ungkap Indra Syahputra lagi.

Indra Syahputra juga menjelaskan bahwa Pemerintahan Desa Pekan Tanjung Beringin dalam hal tersebut berupaya menurunkan angka stunting di desanya.Salah satu upaya yang mereka lakukan dengan memberikan 2 jenis makanan tambahan yang mempunyai gizi yang cukup. Jenis makanan tersebut berupa bubur “Bedagai Cup” dan makanan “Satelit”. Bubur Bedagai Cup dan Satelit tersebut berasal dari kader Kampung KB Desa Pekan Tanjung Beringin.

” Hari ini, Senin (14/11) kader dari kampung KB Desa Pekan Tanjung Beringin berinovasi memberikan makanan tambahan berupa bubur “Bedagai Cup”. Bedagai Cup itu singkatan dari Bubur Enak Dimakan Anak Gizi Cukup. Didalam bubur tersebut terkandung nilai karbohidrat dan protein, karena terdapat sayuran, daging dan ikan. Kemudian kader Kampung KB juga menyuguhkan makanan “Satelit”. Satelit adalah singkatan dari Sayur Tepung Lilit Ikan Telur,” tutup Indra Syahputra. (Daily14/Aripin).

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version