, Indramayu, Minggu, 26 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah menjalankan program rehabilitasi sedang/berat perpustakaan di tingkat sekolah dasar (SD). Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah rehabilitasi perpustakaan UPTD SDN Bugis yang berlokasi di Kabupaten Indramayu. Proyek ini didanai dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 119.652.000,00 (seratus sembilan belas juta enam ratus lima puluh dua ribu rupiah).
Proyek rehabilitasi ini dikerjakan oleh penyedia jasa konstruksi, CV. NARATAMA KARYA ABADI, dengan waktu pelaksanaan selama 60 (enam puluh) hari kalender. Pekerjaan dimulai pada tanggal 25 Agustus 2025 dan dijadwalkan selesai pada tanggal 23 Oktober 2025.

Namun, pelaksanaan proyek ini tidak luput dari perhatian Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara Indonesia. Waryono, Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kabupaten Indramayu, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal dan menyoroti setiap potensi kejanggalan dalam kegiatan ini.
Menurut Waryono, terdapat beberapa indikasi masalah yang ditemukan di lapangan. Pertama, diduga pelaksana proyek tidak selalu berada di lokasi pekerjaan. Kedua, pengawasan dari pihak Disdikbud juga dinilai kurang optimal. Ketiga, material baja ringan yang digunakan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut, Waryono menduga bahwa pekerjaan rehabilitasi ini dilakukan secara asal-asalan, tanpa memperhatikan kualitas dan standar yang seharusnya. Hal ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat perpustakaan merupakan sarana penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.
LSM Penjara Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan investigasi dan pengawasan terhadap proyek ini. Jika terbukti adanya penyimpangan, pihaknya tidak segan-segan untuk melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku.
Dengan adanya pengawasan dari LSM Penjara Indonesia, diharapkan proyek rehabilitasi perpustakaan UPTD SDN Bugis ini dapat dilaksanakan dengan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan. Sehingga, perpustakaan yang direhabilitasi dapat memberikan manfaat yang optimal bagi siswa dan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Indramayu.












