Limehe Timur, Gorontalo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melaksanakan program kerja utama di Desa Limehe Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, sebagai bentuk pengabdian sekaligus pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Limehe Timur Melalui Inovasi Minuman Sereal dari Pangan Lokal untuk Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Posyandu Desa Limehe Timur, sehingga dapat secara langsung menyasar kelompok masyarakat yang menjadi perhatian utama dalam program ini, khususnya ibu hamil dan balita, termasuk balita yang mengalami stunting.
Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Desa Limehe Timur, Camat Tabongo, Kepala Puskesmas Kecamatan Tabongo, serta masyarakat Desa Limehe Timur. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi wujud dukungan dan kolaborasi bersama dalam upaya meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Salah satu fokus utama program kerja mahasiswa KKN Profesi Kesehatan adalah menciptakan inovasi pangan berbasis bahan lokal yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Dalam program ini, mahasiswa mengembangkan produk sereal berbahan dasar jagung yang dipadukan dengan daun kelor dan sedikit jahe.

Pemilihan jagung dan daun kelor didasarkan pada potensi pangan lokal yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat dan dapat diolah menjadi produk pangan yang lebih menarik sekaligus bernilai gizi. Daun kelor dikenal sebagai salah satu sumber zat gizi, termasuk zat besi, yang berkaitan dengan upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil.
Foto: Komposisi dan Khasiat Corn Flakes Daun Kelor COMORI ala Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG.
Melalui inovasi tersebut, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan produk pangan baru, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi olahan yang lebih variatif, menarik, dan berpotensi mendukung pola konsumsi pangan bergizi.
Selain memperkenalkan inovasi pangan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan program kerja pendamping berupa edukasi kesehatan yang diberikan oleh tiga Dosen Pembimbing Lapangan. Materi yang disampaikan meliputi anemia, gizi pada ibu hamil, HIV, dan tuberkulosis (TB).
Pemberian edukasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan anak. Ibu hamil diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan, pencegahan anemia, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Materi mengenai HIV dan TB juga diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit infeksi, mulai dari cara penularan, langkah-langkah pencegahan, hingga pentingnya melakukan pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan yang tepat.
Pelaksanaan edukasi yang bertepatan dengan kegiatan Posyandu diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperoleh informasi kesehatan secara langsung sekaligus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan ibu dan anak.
Program kerja ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN Profesi Kesehatan, Dosen Pembimbing Lapangan, pemerintah desa, pihak kecamatan, tenaga kesehatan, serta masyarakat Desa Limehe Timur.
Melalui perpaduan antara inovasi pangan lokal, edukasi kesehatan, dan kegiatan Posyandu, mahasiswa berharap program yang dilaksanakan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pencegahan penyakit, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta peran keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
Dengan memanfaatkan potensi pangan lokal sekaligus memperkuat pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan berupaya mengambil bagian dalam mewujudkan masyarakat Desa Limehe Timur yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan ibu dan anak. Upaya tersebut diharapkan turut berkontribusi dalam percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak serta pencegahan masalah gizi pada balita. (Adv)














