, MEDAN – Nanas Sipahutar asal Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menarik perhatian pengunjung Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 di Jalan Gatot Subroto, Medan.
Di Paviliun Taput, sekitar 100 buah nanas segar ditata menyerupai bentuk menara. Penataan ini membuat paviliun Taput menjadi salah satu spot foto favorit.
Sipahutar merupakan kecamatan penghasil nanas terbesar di Taput. Nanas Sipahutar dikenal manis, bertekstur lembut, dan banyak air. Hampir setiap keluarga di kecamatan itu memiliki kebun nanas minimal 1 hektar.
Keunggulan agroklimatologi membuat nanas Sipahutar menjadi komoditi ekspor unggulan Sumut. Buah ini bahkan sudah menembus pasar internasional hingga Arab Saudi.
“Nanas menjadi salah satu andalan hasil pertanian Taput yang kami tampilkan di PRSU,” kata tim Paviliun Taput yang dikoordinir Fazar.
Menara nanas yang dipajang selama lebih 10 hari akhirnya dibongkar karena buahnya sudah mulai busuk dan menimbulkan bau.
Selain nanas, PRSU ke-50 tahun 2026 mengusung tema ‘Harmoni Emas’. Ajang ini menampilkan produk UMKM, pertanian, dan wisata dari 33 kabupaten/kota se-Sumut dengan penataan lebih modern, rapi, dan interaktif.(JB)













