DAILYPOST Gorontalo — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menjadi menteri ke-12 yang berkunjung ke Provinsi Gorontalo sejak kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah. Kunjungan tersebut menandai keseriusan pemerintah pusat dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pelestarian budaya di daerah.
Pemerintahan Gusnar–Idah dikenal memiliki daya tarik tersendiri bagi pemerintah pusat. Sejak dilantik, sedikitnya dua belas menteri telah datang langsung ke Gorontalo membawa beragam program strategis untuk kemajuan daerah. Kini, giliran Fadli Zon, politisi Partai Gerindra yang menjabat sebagai Menteri Kebudayaan RI, menyambangi “Bumi Serambi Madinah” dengan agenda kebudayaan yang padat dan penuh makna.
Dalam lawatannya, Menteri Fadli Zon mengunjungi sejumlah situs bersejarah di Gorontalo, termasuk Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII. Di hadapan para pejabat dan tokoh budaya, Fadli menyampaikan rencananya untuk memisahkan wilayah kerja balai tersebut, yang selama ini mencakup Sulawesi dan Gorontalo, menjadi balai pelestarian mandiri.
“Gorontalo memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa. Sudah sepatutnya memiliki balai kebudayaan tersendiri agar pelestariannya lebih optimal dan fokus,” ujar Fadli Zon dalam sambutannya.
Kunjungan berlanjut ke Benteng Otanaha, ikon wisata budaya yang berdiri megah di atas bukit dan menjadi simbol perlawanan rakyat Gorontalo pada masa lalu. Fadli menyebut benteng tersebut sebagai “monumen keteguhan identitas Gorontalo yang harus terus dijaga”.
Setelah itu, Fadli Zon meninjau Museum Pendaratan Pesawat Amfibi Soekarno di Iluta, tempat bersejarah yang menjadi saksi penting perjuangan Presiden Soekarno dalam konsolidasi kedaulatan bangsa pada tahun 1951. Di lokasi tersebut, ia mengapresiasi upaya pemerintah daerah yang telah menjaga keaslian dan nilai historis museum.
Sebagai penutup kunjungannya, Fadli Zon berziarah ke makam Pahlawan Nasional Nani Wartabone, tokoh besar Gorontalo yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di daerah tersebut pada 23 Januari 1942.
Dalam momen penuh haru itu, Fadli menyatakan komitmennya untuk meningkatkan status Rumah Dinas Pimpinan Kantor Pos, tempat pengibaran bendera merah putih pertama kali oleh Nani Wartabone, menjadi Cagar Budaya Nasional.
“Tempat ini bukan hanya milik Gorontalo, tetapi bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Kita harus menjaga dan memuliakannya,” tegas Fadli dengan wajah serius.
Menteri Fadli Zon menegaskan bahwa pelestarian situs sejarah bukan hanya urusan masa lalu, tetapi investasi masa depan bangsa. Ia berjanji akan menindaklanjuti setiap persoalan yang berkaitan dengan perlindungan situs sejarah dan cagar budaya di Gorontalo.
Pemerintahan Gusnar–Idah pun menyambut baik komitmen tersebut. Dukungan pemerintah pusat dinilai akan mempercepat upaya Gorontalo menjadi salah satu pusat kebudayaan nasional yang berkarakter dan berdaya saing.












