, Kota Gorontalo – Terkait dengan pemangkasan gaji yang seperti terjadi dibeberapa daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo memastikan gaji Tenaga Penunjang Kegiatan Daerah (TPKD) atau honorer, akan dibayarkan secara utuh sampai dengan Desember 2023. Walaupun saat ini Pemkot Gorontalo diperhadapkan dengan pembebanan Pemilu 2024.
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha melalui Kepala Badan Keuangan Kota Gorontalo, Nuryanto menegaskan bahwa gaji para honorer akan tetap dibayarkan utuh sampai dengan Desember.
Penganggaran gaji tersebut merujuk pada intruksi pemerintah pusat yang mana tidak ada pemberhentian honorer.
Ia juga mengatakan, selanjutnya dikarenakan Wali Kota Gorontalo merupakan selaku policy maker di daerah yang sangat berpihak kepada para honorer agar tidak mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
“Hingga akhir tahun 2023 tidak ada pemangkasan gaji TPKD. Mereka dibayar full” ujar Nuryanto, saat diwawancarai, Rabu (01/11/2023).
Lanjut Nuryanto, tidak hanya untuk tahun ini saja, Pemkot Gorontalo juga telah mengusulkan penggaran gaji honorer di tahun 2024.
Namun, kata Nuryanto proses penganggaran itu masih memerlukan proses yang panjang termasuk persetujuan dari DPRD Kota Gorontalo.
“Alhamdulillah saat ini rancangannya tengah dibahas bersama Banggar DPRD dan TAPD. kita doakan semoga semuanya berjalan lancar,” ucapnya.
Selain itu Nuryanto menjelaskan, menyangkut besaran gaji honorer Pemkot Gorontalo menggelontorkan anggaran sebesar 3,5 miliyar perbulan.
Maka atas perhatian pemerintah ini, ia berharap para tenaga honorer dapat memberikan kinerja terbaik untuk kemajuan Kota Gorontalo.
Nuryanto juga meminta kerja sama bagi para OPD untuk tidak lagi melakukan pengangkatan tenaga honorer baru.
“Gaji honorer yang dibayarkan sangat berharap dari PAD Kota Gorontalo. Saya rasa mungkin OPD bisa memahami bersama pembebanan belanja daerah, dengan tidak menambah lagi tenaga honorer baru di tahun 2024,” pungkasnya.












