,KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, serta bekerja sama dengan Perum Bulog Sub Drive Bolaang Mongondow menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 4.932 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk alokasi Oktober–November 2025.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kotamobagu, Piter Suli, menjelaskan bahwa setiap KPM menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan ini ditujukan untuk menunjang kebutuhan pangan keluarga selama dua bulan.
“Untuk alokasi bulan Oktober dan November, total KPM penerima mencapai 4.932. Masing-masing menerima beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter. Ini untuk membantu pemenuhan kebutuhan rumah tangga selama dua bulan,” ujar Piter.
Ia menambahkan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan instruksi Wali Kota agar stok yang disiapkan Bulog sesuai kebutuhan di tiap desa dan kelurahan. “Pak Wali Kota memastikan jumlah bantuan yang tersedia benar-benar tepat dan sesuai dengan data penerima. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Penyaluran dilakukan secara menyeluruh di empat kecamatan di Kota Kotamobagu dengan rincian sebagai berikut:
Kecamatan Kotamobagu Barat:
- Gogagoman – 450 KPM
- Kotamobagu – 182 KPM
- Mogolaing – 246 KPM
- Molinow – 226 KPM
- Mongkonai – 105 KPM
- Mongkonai Barat – 117 KPM
- Bungko – 73 KPM
Kecamatan Kotamobagu Selatan:
- Kopandakan Satu – 165 KPM
- Mongondow – 137 KPM
- Motoboi Kecil – 267 KPM
- Pobundayan – 278 KPM
- Poyowa Besar Dua – 195 KPM
- Poyowa Besar Satu – 215 KPM
- Poyowa Kecil – 154 KPM
- Tabang – 202 KPM
Kecamatan Kotamobagu Timur:
- Kobo Besar – 136 KPM
- Kobo Kecil – 222 KPM
- Kotobangon – 158 KPM
- Matali – 119 KPM
- Motoboi Besar – 98 KPM
- Moyag – 129 KPM
- Moyag Tampoan – 46 KPM
- Moyag Todulan – 87 KPM
- Sinindian – 176 KPM
- Tumobui – 121 KPM
Program bantuan pangan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, terutama keluarga yang masuk kategori kurang mampu. Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga sekaligus menjaga stabilitas kebutuhan dasar di tengah fluktuasi harga bahan pokok.












