, Limboto – Masih terus bergulir, Keluarga dari Kakek Pakaya Tolinggi memberikan tanggapan terkait pertanyaan masyarakat mengenai pengalokasian sebagian dana santunan duka untuk pengadaan gamis keluarga sebanyak 6 set.
Sebelumnya kabar tersebut mencuat di media sosial setelah muncul informasi bahwa dana yang semestinya diperuntukkan untuk keperluan duka almarhum istri dari Kakek Pakaya hanya sebagian yang digunakan, sementara sisanya diklaim oleh relawan TRC PPAI.
Berita terkait: Keluarga Beberkan Persoalan Dana Santunan Duka, Relawan TRC PPAI Buka Suara
“Ada kabar burung beredar oknum Relawan yang justru ikut mengamankan donasi ini justru menghalalkan uang uang donasi yang tidak benar diperuntukkan misal seperti yang dikatakan peruntukkan beli gamis keluarga untuk 40 hari, ini lucu. Jadi kiblatnya dmana? oknum relawan yangg justru tidak bisa bertanggungjawab meluncurkan donasi atau kah beberapa oknum keluarga yang ikut memanfaatkannya?,” tanya salah satu Netizen, Rizka Umar.
Menanggapi hal itu, Sartin Tolinggi, anak dari Kakek Pakaya Tolinggi menegaskan bahwa pengadaan gamis yang dimaksud bukan permintaan dari pihak keluarga. Melainkan, ide tersebut berasal dari relawan TRC PPAI.
“Untuk pengadaan couple gamis itu bukan keluarga yang minta, itu semua ide dari relawan, makanya torang iyakan saja. Memang uang yang terpakai 10 juta rupiah untuk duka, termasuk 1.500.000 untuk gamis. Tapi yang kita tahu yang terpakai untuk beli set gamis hanya 900 ribu, sisanya relawan ambil lagi untuk diamankan,” ungkap Sartin.
Sartin mengungkapkan, dari total dana santunan duka sebesar Rp17 juta, hanya Rp10 juta yang terpakai, dan termasuk di dalamnya adalah biaya pengadaan gamis sejumlah Rp1.500.000. Sartin menjelaskan bahwa dari anggaran Rp1.500.000 tersebut, hanya Rp900.000 yang digunakan untuk membeli enam set gamis keluarga. Sisanya yang sejumlah Rp600 ribu, menurut Sartin, diambil kembali oleh relawan dengan alasan untuk diamankan.
“Sisanya yang 7 juta pun, ungkap Sartin, diminta oleh relawan yang katanya untuk diamankan,” tambahnya.
Terkait hal ini, keluarga Kakek Pakaya Tolinggi berencana untuk membuka klarifikasi lebih lanjut dan berharap agar masyarakat memahami bahwa pengelolaan dana santunan duka tersebut sepenuhnya dipegang oleh relawan TRC PPAI.
Mereka juga menekankan bahwa keluarga tidak terlibat dalam pengambilan keputusan terkait alokasi dana untuk keperluan Kakek Pakaya Tolinggi dan adik Ukail.
“Samua dorang yang kelola, pernah drg blg mo ganti kursi roda Ukail, padahal kursi roda ti opa tidak minta,” beber Sartin.
Saat berita ini diterbitkan, tim dailypost.id sedang berupaya menglarifikasi ke pihak Relawan TRC PPAI.
(Daily1)












