- Ratusan tentara Israel mengalami gejala keracunan makanan yang tak terduga setelah mengonsumsi makanan yang didonasikan ke jalur Gaza. Kabar ini mengejutkan setelah ditemukan bahwa bakteri Shigella menjadi penyebab utama di balik diare parah dan demam tinggi yang melanda pasukan tersebut.
Direktur Unit Penyakit Menular di Rumah Sakit Umum Assuta di Ashdod, Tal Brosh, menyatakan bahwa bakteri Shigella merupakan pemicu dari kondisi serius yang menimpa tentara Israel. “Infeksi bakteri Shigella, penyebab gastroenteritis, telah didiagnosis dan ini adalah penyakit yang sangat serius yang juga menyebar di kalangan tentara di Gaza,” ujarnya kepada The New Arab, Rabu (6/11/2023).
Bakteri Shigella, yang sangat infeksius, menyerang saluran pencernaan dengan cepat. Meskipun jumlahnya sedikit, bakteri ini bisa menyebabkan gejala yang mengganggu. Begitu masuk ke dalam tubuh, bakteri ini berkembang biak di usus kecil dan menyebar ke usus besar, menyebabkan peradangan dan kerusakan sel.
Gejala yang muncul cukup parah, dengan diare yang terjadi hingga 10 hingga 30 kali sehari serta demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius. “Jika infeksi menyebar di antara 10 tentara di kompi infanteri, maka mereka tidak akan sehat lagi untuk berperan, dan membuat diri mereka berisiko kematian,” ujar Brosh.
Para ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Lampung menjelaskan bahwa shigellosis, akibat dari bakteri Shigella, dapat berakibat fatal pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau tidak mendapatkan perawatan medis yang memadai.
Meskipun umumnya penyakit ini sembuh dengan sendirinya, perawatan dengan rehidrasi oral atau antibiotik diperlukan untuk mengatasi gejala parah. Tanda utama penyakit ini adalah diare parah dan feses berdarah.
Kasus ini juga memberikan peringatan akan risiko tinggi bakteri Shigella yang sangat menular. Penularannya bisa melalui kontak langsung dengan feses yang terkontaminasi atau konsumsi makanan yang tercemar. Masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati terhadap kondisi sanitasi air, karena bakteri ini bisa menyebar melalui air yang tidak bersih.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengelolaan makanan yang baik dan kesadaran akan kebersihan dalam mencegah penyebaran infeksi serius seperti yang terjadi pada tentara Israel. (*)












