https://wa.wizard.id/003a1b

Perempuan dan Masa Depan Agraria: Dirjen Pentag Soroti Peran Generasi Z Menuju Indonesia Emas 2045

Dailypost.id
Direktur Jenderal Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN, Yulia Jaya Nirmawati, dalam keterangannya di acara peringatan Hari Kartini di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, menekankan bahwa perempuan kini telah memasuki fase baru dalam kontribusinya terhadap pembangunan nasional. (Ist)

DAILYPOST.ID Jakarta – Momentum Hari Kartini 2025 tak sekadar menjadi peringatan seremonial. Di tengah riuhnya perayaan nasional, muncul suara strategis dari sektor agraria yang menekankan pentingnya peran perempuan—terutama generasi muda—dalam membangun fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Direktur Jenderal Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN, Yulia Jaya Nirmawati, dalam keterangannya di acara peringatan Hari Kartini di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, menekankan bahwa perempuan kini telah memasuki fase baru dalam kontribusinya terhadap pembangunan nasional. Tidak lagi sekadar simbol, tetapi menjadi aktor kunci dalam agenda reformasi agraria dan penataan ruang.

“Saya berharap ini membuka peluang bagi seluruh perempuan, khususnya generasi Z, untuk tampil sebagai agen perubahan. Sektor agraria sangat membutuhkan perspektif perempuan dalam mewujudkan keadilan ruang dan kepastian hukum atas tanah,” tegas Yulia, Senin (21/4/2025).

Pernyataan Yulia mencerminkan upaya nyata pemerintah dalam meretas dominasi laki-laki di sektor strategis seperti agraria. Dengan semakin terbukanya ruang partisipasi perempuan di Kementerian ATR/BPN, arah pembangunan menuju Indonesia Emas dipastikan lebih inklusif.

Sektor pertanahan yang selama ini identik dengan urusan teknis dan maskulin, kini mulai membuka diri terhadap pendekatan yang lebih sosial, adil, dan sensitif terhadap isu gender. Dirjen Pentag menilai, perempuan memiliki kepekaan dalam membaca kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah rural dan perkotaan yang kerap bersinggungan langsung dengan isu kepemilikan tanah dan ruang hidup.

Yulia juga secara khusus menyebut generasi Z sebagai lokomotif perubahan dalam 20 tahun ke depan. Menurutnya, generasi ini memiliki kapasitas digital, kreativitas, dan semangat kewirausahaan yang dibutuhkan untuk membangun sistem tata ruang yang cerdas, adil, dan berkelanjutan.

“Kita tidak bisa lagi mengandalkan pendekatan lama. Anak-anak muda, perempuan muda, mereka punya ide dan energi. Kita perlu dukung dengan kebijakan yang membuka ruang bagi mereka berperan lebih besar,” tambahnya.

Peringatan Hari Kartini 2025 di lingkungan ATR/BPN bukan hanya sekadar refleksi atas perjuangan masa lalu. Ini juga menjadi ajakan untuk merancang masa depan yang lebih setara, inklusif, dan progresif, khususnya dalam memastikan akses perempuan terhadap hak atas tanah dan partisipasi dalam perumusan kebijakan ruang.

Dengan kebijakan afirmatif yang tengah dikembangkan di Kementerian ATR/BPN, partisipasi perempuan diyakini akan memperkuat fondasi menuju pemerataan ekonomi, pengurangan konflik agraria, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.

(adv/d09)

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version