Perkuat Ketahanan Pangan, Gorontalo Garap 9.090 Hektare Lahan untuk Pengembangan Sorgum Terintegrasi

Akbar

Dailypost Gorontalo — Pemerintah Provinsi Gorontalo mengambil langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Berkolaborasi dengan PT Sorbu Agro Energi, pemprov tengah mematangkan rencana pengembangan sorgum berskala besar yang mengintegrasikan sektor hulu hingga hilir.

Keseriusan ini dibahas dalam rapat koordinasi teknis yang dipimpin oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Gorontalo, Dr. Ir. Muljady D Mario, bersama perwakilan PT Sorbu Agro Energi di Aula Rapat Dinas KPTPH pada Selasa (1/9/2026).

Rapat ini merupakan kelanjutan dari pertemuan intensif antara Gubernur Gorontalo, pihak perusahaan, dan Staf Khusus Menteri PPN/Bappenas pada Juli lalu.

Fokus utama dari proyek penguatan ketahanan pangan ini adalah pemanfaatan kawasan Hutan Produksi melalui skema Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), Lahan seluas 9.090 hektare yang tersebar di Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Boalemo akan dioptimalkan menjadi pusat budidaya sorgum, Pemanfaatan lahan kering dan marginal ini dipastikan berjalan sesuai koridor hukum dan regulasi lingkungan yang berlaku.

Kepala Dinas KPTPH Gorontalo, Muljady D Mario, menjelaskan bahwa komoditas sorgum dipilih karena memiliki daya tahan tinggi di lahan kurang subur yang selama ini tidak optimal untuk menanam padi atau jagung.

Langkah ini juga menjadi bagian dari diversifikasi pangan guna menekan ketergantungan masyarakat pada konsumsi beras dan gandum.

“Sorgum memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan di Gorontalo. Karena itu, kita ingin memastikan rencana ini tidak hanya berbicara tentang penanaman, tetapi bagaimana sorgum bisa dikembangkan secara terintegrasi, memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Muljady.

Kerja sama investasi dengan PT Sorbu Agro Energi ini direncanakan berjalan selama lima tahun ke depan dan dapat diperpanjang. Seluruh pembiayaan proyek sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak investor, sehingga tidak membebani APBD daerah. Pengembangan sorgum di Gorontalo dirancang secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas kelompok tani, penyediaan benih unggul, teknologi pertanian modern, penguatan kelembagaan lokal, hingga pembangunan industri pengolahan hasil panen, pembukaan akses pasar, serta riset dan inovasi produk berbasis sorgum.

Melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan Biro Hukum, Biro Kesejahteraan Rakyat, dan Kepala Studi Perhutanan, Pemprov Gorontalo berkomitmen menjaga agar investasi ini berpihak pada kesejahteraan lokal. Kehadiran agroindustri baru ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus menjadikan Gorontalo sebagai salah satu lumbung pangan alternatif di Indonesia.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version