https://wa.wizard.id/003a1b

Pj Wali Kota Gorontalo: Hanya Kegiatan Keagamaan yang Bisa Meredam Kemaksiatan

Editor: Febrianti Husain
Penjabat (Pj) Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid dan Pj Sekretaris Daerah (Sekda), Deddy Kadullah kembali melaksanakan program gerakan salat Subuh berjamaah (GSSB). (Sumber foto: Diskominfotik)

DAILYPOST.ID GorontaloPenjabat (Pj) Wali Kota Gorontalo Ismail Madjid, bersama Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Deddy Kadullah kembali menggelar Gerakan Salat Subuh Berjamaah (GSSB) di Masjid Al-Jamaah, Kelurahan Limba U2, Minggu (10/11/2024). Program keagamaan yang digelar rutin setiap pekan ini bertujuan memperkuat hubungan spiritual masyarakat serta mengajak warga untuk lebih peduli pada nilai-nilai kebaikan.

Dalam sambutannya, Ismail mengingatkan warga akan pentingnya “saling mengingatkan dalam kebaikan.” Menurutnya, budaya saling menasihati dan mendukung sesama untuk melakukan hal positif dapat membentuk karakter masyarakat yang lebih baik dan menjaga persatuan di tengah kehidupan sosial yang kompleks.

“Saling mengingatkan dalam kebaikan itu penting,” ujar Ismail. “Saya menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa mendukung satu sama lain agar selalu berada di jalan kebaikan.”

Selain itu, Ismail juga mengajak warga untuk meneladani sunnah Nabi Muhammad, termasuk menjalankan puasa sunah Senin dan Kamis. Ia berharap praktik keagamaan seperti ini dapat menambah kekuatan spiritual masyarakat dan menjadi contoh positif bagi generasi muda. 

“Semua sunnah Nabi, apa yang dilakukan harus kita ikuti jika mampu. Saya sendiri selalu mengingatkan ini kepada pimpinan OPD,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ismail menyoroti fenomena kemaksiatan yang kerap terjadi di Kota Gorontalo, seperti peredaran minuman keras (miras) dan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, kegiatan keagamaan, seperti GSSB, memiliki peran penting dalam meminimalisir berbagai tindakan negatif di tengah masyarakat.

“Banyak sekali kemaksiatan yang sudah sering ditampilkan di publik, khususnya di Kota Gorontalo. Miras, narkoba, dan lainnya. Saya kira hanya kegiatan keagamaan yang bisa meminimalisir hal ini,” tegas Ismail.

Melalui GSSB, Ismail berharap masyarakat semakin aktif berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan menjadikannya sebagai bagian dari solusi untuk menjaga moralitas kota. 

“Oleh karena itu, saling mengingatkan dalam soal keagamaan sangat penting,” pungkasnya.

Dengan gerakan Salat Subuh Berjamaah, Pemkot Gorontalo terus mengupayakan peningkatan nilai religius di tengah masyarakat dan berkomitmen untuk menjadikan kegiatan ini sebagai langkah pencegahan dari berbagai potensi negatif yang mengancam kehidupan sosial masyarakat Gorontalo.

(D10)

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version