Prabowo Targetkan Internet 1 Gbps di 38 Wilayah

Dailypost.id
Prabowo Targetkan Internet 1 Gbps di 38 Wilayah
Foto: istimewa

DAILYPOST.ID Presiden Prabowo Subianto, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menargetkan sebanyak 38 kota dan kabupaten di Indonesia akan menikmati layanan internet dengan kecepatan minimal 1 Gbps pada tahun 2029.

Inisiatif ini merupakan bagian dari agenda besar pemerataan infrastruktur digital sekaligus penguatan fondasi ekonomi nasional.

Tahap implementasi akan dimulai pada 2026 di sejumlah kota percontohan, sebelum diperluas secara bertahap hingga mencakup seluruh 38 wilayah pada 2029. Teknologi yang digunakan meliputi jaringan fiber optik, fixed wireless access (FWA), dan satelit untuk mendukung konektivitas di kawasan 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Kinerja Industri Telekomunikasi

Dari sisi industri, kinerja PT Remala Abadi pada kuartal III tahun 2025 menunjukkan hasil positif di tengah kompetisi ketat sektor telekomunikasi. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp 314,4 miliar atau tumbuh 26% secara tahunan (YoY), dengan EBITDA dinormalisasi mencapai Rp 144 miliar dan margin 46%. Laba bersih dinormalisasi mencapai Rp 65 miliar.

Direktur Remala Abadi, Adrian Renaldy, menjelaskan bahwa permintaan masyarakat terhadap layanan fixed broadband terus meningkat, membuka peluang ekspansi agresif di wilayah Jawa dan Bali. Perusahaan juga sedang memperkuat jaringan dengan mengakuisisi sejumlah jalur backbone dan tengah mengajukan izin sebagai Network Access Provider (NAP).

“Meski agresif, kami tetap menjalankan asas kehati-hatian dalam penggelaran FTTH maupun akuisisi backbone,” ujarnya seperti dikutip dari inet.detik.com, Selasa (4/11/2025).

Selain menyasar pelanggan ritel, Remala juga memperluas fokus ke segmen business-to-business (B2B), pemerintahan, dan wholesale yang dinilai berkontribusi besar terhadap pendapatan. “Diversifikasi segmen pasar inilah yang membuat kinerja keuangan Remala cukup solid,” tambah Adrian.

Remala Abadi Siapkan Internet 10 Gbps

Di tengah kecepatan rata-rata fixed broadband Indonesia yang masih berada di angka 39,88 Mbps, PT Remala Abadi membawa angin segar. Perusahaan ini mengumumkan tengah menyiapkan infrastruktur jaringan berkecepatan hingga 10 Gbps.

Saat ini, penyedia layanan internet dengan kapasitas 10 Gbps masih sangat terbatas di Indonesia. Sebagian besar operator baru mampu menawarkan paket premium di kisaran 1–2 Gbps, sedangkan layanan di atas 5 Gbps umumnya masih tahap uji coba atau proyek untuk korporasi tertentu.

“Kami akan coba masuk dalam satu smart infrastructure yang dipersiapkan untuk 10G. 10G bukan 5G generation, tapi 10 Gbps, kecepatan yang saat ini paling tinggi di dunia,” ujar Direktur Remala Abadi, Richard Kartawijaya, dikutip dari pernyataan tertulisnya, Selasa (4/11/2025).

Richard mengungkapkan, uji coba jaringan tersebut sempat mencatat kecepatan unduh mencapai 25 Gbps dan unggah 11,6 Gbps—jauh melampaui rata-rata nasional.

“Kami berharap teknologi ini memberikan reliability, security, dan confidence level yang berbeda,” katanya.

Menurutnya, kecepatan ekstrem seperti ini berpotensi mempercepat transformasi digital di berbagai sektor, termasuk telemedicine, smart city, hingga layanan bagi korporasi dan lembaga pemerintahan.

“Dengan 10G, konsultasi medis yang dulu butuh 30 menit bisa selesai dalam hitungan detik,” jelas Richard.

Uji sinyal Remala Abadi menunjukkan kemampuan rata-rata kecepatan unduh 25 Gbps dan unggah 11,6 Gbps—menegaskan kesiapan teknologi mereka untuk mendukung era konektivitas ultra-cepat.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version