Sekda Gorut: Ritual Mandi Safar Mengandung Makna Jasmani dan Rohani

DAILYPOST.ID , Gorontalo Utara – Mandi Safar bagi masyarakat setempat yang ada di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), telah menjadi tradisi sejak dahulu.

Ritual yang selalu dinanti oleh masyarakat sekitar khususnya di Kecamatan Atinggola, selalu menanti budaya yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang ikut mandi bersama di sungai Andagile yang berada di Desa Buata Kecamatan Atinggola.

Khusus untuk tahun 2022 ini, ritual itu kembali dilaksanakan oleh masyarakat sekitar yang berada di Desa Buata, dan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Gorut, Suleman Lakoro serta dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Gorut, perwakilan dari unsur TNI-POLRI, para pimpinan OPD, Camat Atinggola, serta berbagai kalangan masyarakat.

Sekda Gorut Suleman Lakoro dalam sambutannya menyampaikan, ritual mandi safar yang dilaksanakan tidak saja mengandung makna secara jasmani, tetapi juga secara rohani.

“Ritual mandi safar yang kita laksanakan hari ini, tidak saja mengandung makna secara jasmani, tetapi juga secara rohani. Karena tadi sebelum kita berdoa, kita mandi dulu untuk membersihkan jasmani ini, yang mungkin sudah penuh dengan dosa dan kesalahan-kesalahan,” ungkapnya.

Tradisi mandi safar bagi masyarakat setempat dilakukan untuk menolak bala ataupun bencana, dengan melaksanakan doa bersama para tokoh agama, pemangku adat dan juga pejabat pemerintah.

Sekda Suleman Lakoro atas nama pemerintah daerah menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Buata dan Desa Posono yang telah bergotong royong dalam hal pelaksanaan ritual mandi safar.

“Dan saya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Buata dan Desa Posono yang telah bersama-sama bergotong royong melaksanakan ritual mandi safar ini,” tandas Suleman. (Adv/Daily05)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version