YOGYAKARTA,
– Proses Seleksi Penerimaan Taruna Baru (PTB) Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 memasuki tahap akhir. Setelah dinyatakan lulus ujian Computer Based Test (CBT), para calon taruna dan taruni kini menjalani rangkaian seleksi lanjutan sebelum ditetapkan sebagai peserta yang berhak menempuh pendidikan di perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Saat ini, peserta mengikuti tahapan wawancara yang menjadi bagian penting dalam proses seleksi. Melalui tahapan ini, panitia menilai kemampuan komunikasi, kepribadian, motivasi, serta kesiapan peserta mengikuti pendidikan di Politeknik Agraria STPN.
Sebelumnya, pada 13 hingga 15 Juli 2026, seluruh peserta telah melewati serangkaian tes, mulai dari tes kesamaptaan, kesehatan, hingga psikologi.
Salah seorang peserta asal Kota Malang, Jawa Timur, Dimas Badrikawi Starautomo (19), mengaku bersyukur berhasil melewati seluruh tahapan awal dan kini dapat mengikuti sesi wawancara. Dimas yang memilih Program Studi Manajemen Penataan Ruang itu tetap optimistis meski mengaku sempat merasakan ketegangan menjelang wawancara.
“Saya merasa bersyukur sudah bisa melalui tahapan tes kesamaptaan, kesehatan, dan psikologi selama tiga hari kemarin, dan ternyata saya bisa sampai ke tahapan wawancara ini,” ujarnya.
Optimisme serupa juga disampaikan Aurelia Nidya Prasetyo (19), peserta asal Pati, Jawa Tengah, yang memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT). Menurutnya, seluruh tahapan seleksi memberikan pengalaman berharga karena menguji kesiapan fisik, kesehatan, mental, hingga kemampuan berkomunikasi.
“Awalnya tentu saya merasa deg-degan saat akan mengikuti wawancara. Namun, setelah berada di ruang wawancara, saya mulai merasa lebih rileks dan bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik,” tutur Aurelia.
Politeknik Agraria STPN memastikan seluruh proses seleksi dilaksanakan secara objektif guna memperoleh calon taruna dan taruni yang memiliki kompetensi, integritas, serta komitmen untuk berkarier di bidang pertanahan dan tata ruang.
Pembantu Ketua II Bidang Administrasi Umum Politeknik Agraria STPN, Widhiana Hestining Puri, mengatakan panitia akan menetapkan sebanyak 350 calon taruna dan taruni yang berasal dari jalur tugas belajar, jalur umum, serta kerja sama pemerintah daerah.
“Kami akan menjaring 350 calon taruna/i yang terdiri dari tugas belajar, jalur umum dan juga kerja sama pemerintah daerah yang nantinya akan diumumkan pada 22 Juli 2026,” kata Widhiana.
Setelah pengumuman kelulusan, peserta yang dinyatakan lolos diwajibkan melakukan daftar ulang secara daring sebelum memasuki asrama pada 21 Agustus 2026. Selanjutnya, mereka akan mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Taruna Baru (PKKTB) pada 24–27 Agustus 2026, sebelum resmi memulai perkuliahan pada 31 Agustus 2026.













