, Bone Bolango – Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli, menegaskan bahwa penurunan angka Stunting di Kabupaten Bonebol harus diikuti dengan intervensi yang serius. Ia memimpin Rakor analisis situasi di kabupaten tersebut dan mengingatkan bahwa program stunting bukan hanya kewajiban semata, tetapi tanggung jawab bersama yang perlu dilakukan secara serius oleh semua pihak terkait.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, Merlan menekankan pentingnya intervensi pada permasalahan stunting, mengingat APBD Bonebol yang masih minim untuk menanggulangi masalah tersebut. Oleh karena itu, kabupaten tersebut harus mengandalkan APBN untuk melaksanakan program stunting.
“Kita paksakan ini harus turun, dan secara ekonomi kita tidak mampu makanya saya bilang kita jangan fokus di angka tapi intervensi tidak ada, kita ini baru sadar penurunan stunting dan kemiskinan memang dari ABPD kita ini tidak ada, semua dari APBN,” ungkapnya, Kamis (04/05/2023).
Merlan juga menekankan bahwa penurunan stunting ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua pihak terkait yang harus bekerja sama dalam kolaborasi dan sinergitas. Ia menekankan bahwa jika tidak dilakukan intervensi yang serius, generasi di masa depan akan menerima akibat dari kelalaian saat ini.
“Maksud saya begini, kita juga jangan hanya aktif dan terfokus di data melalui ukur ulang, tetapi tanpa intervensi karena yang rugi kita, generasi kita, kalau kita fokus mengejar angka ini turun kemudian intervensi sama sekali tidak kita lakukan, yang rugi ini anak-anak kita,” ujar Merlan.
Dalam upayanya menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bonebol, Wabup Merlan menargetkan zero angka stunting di daerah tersebut. Oleh karena itu, ia berharap semua pihak terkait dapat bekerja sama dalam menuntaskan permasalahan ini demi menciptakan generasi yang sukses di masa depan. (Jefry_Potabuga)












