Upaya Pemkot Gorontalo Melawan Stunting: Audit Kasus dan Target Penurunan

Dailypost.id
Wawali Kota Gorontalo, Ryan Kono saat hadiri audit kasus stunting semester 4 tingkat Kota Gorontalo. (Foto:Humas Pemkot)

DAILYPOST.ID , Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo terus berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melaksanakan audit kasus stunting pada semester keempat untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kota Gorontalo tahun 2023. Kegiatan ini diadakan di Aula Kantor Wali Kota, Kota Gorontalo, pada Selasa (11/07/2023).

Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan Kono, yang membuka kegiatan ini menegaskan keseriusan Pemerintah Kota Gorontalo dalam mengatasi masalah stunting.

Ryan menjelaskan bahwa kualitas manusia Indonesia merupakan salah satu misi yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2020-2024).

“Salah satu indikator dan targetnya adalah prevalensi stunting pada balita sebesar 14 persen pada tahun 2024,” ujarnya.

Menurut Ryan, indikator prevalensi stunting juga merupakan indikator dari tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam mencapai tujuan penghapusan kelaparan, ketahanan pangan, gizi yang baik, dan pertanian berkelanjutan.

Oleh karena itu, melalui langkah-langkah yang telah dibahas, Ryan optimis target penurunan stunting sebesar 14 persen dapat tercapai.

Lebih lanjut, Ryan menyampaikan data terkait angka stunting dan perkembangannya di Kota Gorontalo hingga bulan Juni 2023 berdasarkan catatan yang ada.

Dalam data tersebut, terdapat 421 anak dengan berat badan kurang dan 112 anak dengan berat badan sangat kurang. Sementara itu, terdapat 296 anak dengan tinggi badan pendek dan 135 anak dengan tinggi badan sangat pendek.

“Dalam hal gizi, terdapat 320 anak mengalami kurang gizi dan 58 anak menderita gizi buruk,” ungkap Wawali Ryan Kono.

Dengan kondisi ini, Ryan mendorong semua pihak terlibat untuk lebih serius dalam menangani stunting di Kota Gorontalo, termasuk melalui pendampingan keluarga yang berisiko mengalami stunting, dimulai sejak pencegahan stunting sejak lahir.

Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya siklus stunting dan memutus rantai penularannya dengan berbagai strategi kebijakan dan pendekatan yang tepat.

“Saya mengharapkan semua pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk lebih serius dalam menangani stunting di Kota Gorontalo,” tegasnya.

(Jefri)
Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version