Labuhanbatu – Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri, ST, secara resmi membuka Pelatihan Petugas Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi (SE) 2026 Gelombang I yang berlangsung di Hotel Permata Land Rantauprapat, Rabu (3/6/2026).Kegiatan yang merupakan bagian dari tahapan penting dalam pelaksanaan agenda strategis nasional tersebut diikuti oleh 105 peserta yang berasal dari Mitra Statistik Kecamatan Bilah Hilir, Panai Tengah, dan Panai Hulu.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jamri menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Labuhanbatu atas terselenggaranya pelatihan tersebut sebagai upaya mempersiapkan petugas pendataan yang kompeten dan profesional.
“Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berkomitmen penuh mendukung kelancaran pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Untuk itu, kami menginstruksikan seluruh jajaran camat, lurah, dan kepala desa agar turut membantu serta memfasilitasi para petugas selama menjalankan tugas di lapangan,” ujar Wakil Bupati.Menurutnya, pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang akan terjun langsung melakukan pendataan.
Keberhasilan sensus sangat ditentukan oleh kualitas petugas yang memahami konsep, metodologi, serta prosedur pendataan secara tepat.”Data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan, penguatan sektor usaha, peningkatan investasi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, akurasi dan kualitas data harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas dan profesionalisme dalam bekerja, serta selalu memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama bertugas.Kepada para instruktur, ia berpesan agar memberikan pembekalan terbaik kepada peserta sehingga siap menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang mungkin ditemui di lapangan.
Mengakhiri sambutannya, Jamri berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Labuhanbatu dapat berjalan lancar dan sukses serta menghasilkan data yang akurat, lengkap, dan berkualitas sebagai landasan perencanaan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Labuhanbatu, Freddy Situngkir, menjelaskan bahwa BPS memiliki kewajiban melaksanakan Sensus Ekonomi setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka enam, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Ia mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda prioritas nasional yang bertujuan menyediakan data dasar seluruh aktivitas ekonomi sebagai bahan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional.”Sensus Ekonomi 2026 sangat penting untuk memperoleh gambaran terkini mengenai struktur perekonomian berdasarkan skala usaha, wilayah, dan klasifikasi usaha. Data tersebut perlu diperbarui setiap sepuluh tahun agar tetap relevan dan memberikan manfaat nyata bagi perencanaan pembangunan,” jelas Freddy.Ia juga mengingatkan seluruh petugas untuk melaksanakan pendataan secara cermat dan bertanggung jawab, memahami setiap konsep dan definisi yang tercantum dalam pedoman, mematuhi jadwal yang telah ditetapkan, serta menjunjung tinggi integritas dengan menyajikan data sesuai kondisi yang sebenarnya.
Selain itu, para petugas diharapkan dapat menjaga nama baik Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, BPS Kabupaten Labuhanbatu, serta masyarakat Labuhanbatu selama menjalankan tugas di lapangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Setdakab Labuhanbatu Ikramsyah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Rahmad Sadeli, perwakilan Bappeda, Disperindag, unsur Forkopimda, serta para peserta pelatihan dan tamu undangan lainnya.













