Limboto – Menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang akan digelar di Kabupaten Gorontalo mulai 20 Juni 2026, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pelajar, untuk menjadi duta daerah dalam menyambut ribuan tamu dari berbagai provinsi di Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Idah saat meluncurkan Program Aksi Kokurikuler Ketahanan Pangan di SMA Negeri 2 Limboto, Kamis (18/6/2026). Menurutnya, kesuksesan Gorontalo sebagai tuan rumah PENAS XVII tidak hanya bergantung pada kesiapan panitia dan pemerintah daerah, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta.
“Terlebih kalian para siswa, tunjukkan kasih sayang masyarakat Gorontalo kepada para tamu yang datang. Jika ada peserta yang bertanya tentang lokasi, kuliner khas, atau tempat wisata, bantulah dengan ramah dan sopan. Tunjukkan bahwa Gorontalo adalah daerah yang terbuka dan bersahabat. Keramahan itu akan menjadi kenangan indah yang mereka bawa pulang ke daerah masing-masing,” ujar Idah.
Ia menilai setiap warga Gorontalo memiliki peran penting sebagai wajah daerah di hadapan ribuan peserta PENAS XVII. Sikap ramah, kepedulian, serta pelayanan yang baik akan menjadi kesan positif yang mampu memperkuat citra Gorontalo sebagai tuan rumah yang sukses.
Dalam kesempatan tersebut, Idah juga membagikan pengalamannya saat baru tiba dari Jakarta dan bertemu sejumlah peserta PENAS XVII di Bandara Djalaluddin Gorontalo. Ia menyempatkan diri menyapa, berbincang, sekaligus memperkenalkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Provinsi Gorontalo.
“Tadi saya baru tiba dari Jakarta dan bertemu beberapa peserta PENAS dari luar daerah di bandara. Saya menyapa mereka, berbincang, dan memperkenalkan Gorontalo. Hal-hal sederhana seperti itu penting agar tamu merasa diterima dan nyaman selama berada di daerah kita,” katanya.
Selain mengajak masyarakat menyambut tamu dengan baik, Idah juga mendorong para pelajar memanfaatkan momentum PENAS XVII sebagai sarana belajar di luar ruang kelas. Menurutnya, kegiatan berskala nasional tersebut menghadirkan beragam inovasi, teknologi tepat guna, serta perkembangan terbaru di sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan yang sangat bermanfaat bagi generasi muda.
Ia mengimbau para siswa untuk mengunjungi kawasan gelar teknologi dan pameran yang akan menampilkan ratusan stan dari berbagai provinsi di Indonesia. Berbagai produk unggulan daerah, inovasi pertanian, teknologi perikanan, hingga hasil pengembangan sektor pangan akan dipamerkan selama kegiatan berlangsung.
“Cobalah datang ke gelar teknologi dan mengunjungi pameran yang ada di sana. Ini merupakan kesempatan berharga untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman mengenai perkembangan teknologi di sektor pangan. Jangan sampai kesempatan besar yang hadir di daerah kita ini dilewatkan begitu saja,” tandasnya.
PENAS XVII dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Gorontalo dan akan dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi ajang nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia untuk berbagi inovasi, pengalaman, dan teknologi guna memperkuat pembangunan sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan nasional.













