GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mengajak para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya perempuan, untuk memanfaatkan akses pembiayaan resmi dari lembaga keuangan terpercaya serta menghindari praktik pinjaman rentenir dan pinjaman online ilegal yang berpotensi merugikan usaha maupun perekonomian keluarga.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang diselenggarakan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Gorontalo Post Convention Center, Kamis (11/6/2026).
Dalam sambutannya, Idah menegaskan bahwa pelaku UMKM harus lebih bijak dalam memilih sumber pembiayaan agar tidak terjebak dalam lingkaran utang yang sulit diselesaikan.
“Jangan sekali-kali terjerat pinjaman rentenir maupun pinjaman online yang tidak jelas. Sekali terjebak, akan sangat sulit untuk melepaskan diri. Oleh karena itu, manfaatkanlah pembiayaan resmi yang disertai pendampingan dan pelatihan agar usaha dapat berkembang dengan sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Menurut Idah, perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor UMKM. Kemampuan perempuan dalam mengelola keuangan keluarga dan usaha dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan usaha yang tangguh dan berkelanjutan.
Karena itu, program pemberdayaan yang tidak hanya menyediakan akses permodalan, tetapi juga menghadirkan pelatihan dan pendampingan usaha, dinilai mampu meningkatkan kapasitas serta kemandirian para pelaku usaha perempuan.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya modal yang dimiliki. Pelaku usaha juga dituntut memiliki kemampuan manajerial, memahami kebutuhan pasar, serta menjaga kualitas produk agar mampu bersaing dan berkembang.
“Melalui kegiatan PKU Akbar ini, para nasabah memperoleh kesempatan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan usaha secara langsung sehingga dapat memperluas peluang pengembangan bisnis yang mereka jalankan,” ujarnya.
Wagub Gorontalo juga mengapresiasi peran PNM dalam mendukung pengembangan UMKM melalui skema pembiayaan yang dibarengi dengan pendampingan berkelanjutan.
Menurutnya, model pemberdayaan seperti yang dilakukan PNM memberikan nilai tambah yang signifikan karena tidak hanya berfokus pada pemberian modal usaha, tetapi juga membekali nasabah dengan pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha hingga mampu naik kelas.
“PNM tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga mendampingi nasabah sejak awal. Ini menjadi nilai tambah yang sangat penting karena pelaku UMKM mendapatkan bekal pengetahuan dan pengalaman untuk mengembangkan usahanya hingga naik kelas,” tambah Idah.
Pada kesempatan tersebut, Idah turut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memperkuat pemberdayaan UMKM sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi daerah.
Berbagai bentuk dukungan terus diberikan melalui perangkat daerah dan lembaga mitra, mulai dari program bantuan sosial, fasilitasi permodalan, hingga penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai skema pemberdayaan.
Dukungan tersebut melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, serta Badan Amil Zakat Nasional, yang penyalurannya dilakukan berdasarkan ketentuan dan hasil asesmen lapangan.
Kegiatan PKU Akbar tersebut turut dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan SulutGo, Robert HP Sianipar, Pimpinan Cabang PNM Manado Zulfikar Arsyad, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo Bambang Setya Permana, perwakilan perbankan, serta ratusan pelaku usaha perempuan dan nasabah PNM dari berbagai daerah di Gorontalo.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat literasi keuangan, memperluas akses pembiayaan resmi, serta mendorong UMKM perempuan agar mampu tumbuh lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.













