Gorontalo – Pelaksanaan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Desember 2025 tinggal menghitung hari. Sejumlah persiapan teknis maupun non-teknis dilaporkan telah mencapai tahap final. Kabar terbaru yang beredar menyebutkan bahwa Wali Kota Gorontalo telah memberikan izin penuh untuk penyelenggaraan event olahraga bergengsi tersebut di wilayah Kota Gorontalo.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan GHM. Saat dimintai tanggapan, Idah mengungkapkan antusiasmenya terhadap event yang digadang-gadang menjadi ajang lari terbesar di Provinsi Gorontalo tersebut.
“Saya sangat mendukung agenda GHM dan bahkan akan ikut mengambil bagian sebagai peserta,” ujar Idah sambil tersenyum.
Terkait polemik penulisan nama gubernur pada bagian belakang medali GHM yang sempat memicu kegaduhan publik, Idah menegaskan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan dan tidak perlu diperbesar lagi. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo itu menjelaskan bahwa memang terdapat kelalaian, namun langkah tegas telah diambil oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.
“Masalah itu sudah selesai. Gubernur sudah mengambil langkah tegas dengan mencopot Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga selaku penanggung jawab kegiatan. Jadi tidak perlu dipersoalkan lagi. Fokus kita sekarang adalah menyukseskan penyelenggaraan GHM,” tegas Idah.
Keputusan tersebut dinilai menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam menjaga profesionalitas pelaksanaan event dan memastikan GHM 2025 berjalan dengan baik serta memberi kesan positif bagi peserta lokal maupun nasional.
Menanggapi isu keretakan hubungan antara Gubernur dan Wakil Gubernur yang mencuat imbas polemik medali, mantan anggota DPR RI itu membantah dengan tegas.
“Nggak kok, saya dan Pak Gubernur sejauh ini baik-baik saja,” jawab Idah santai.
Dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan antusiasme peserta yang terus meningkat, Gorontalo Half Marathon 2025 diharapkan menjadi ajang promosi pariwisata, sport tourism, serta penggerak ekonomi lokal menjelang akhir tahun 2025.












