Gorontalo — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Stella Christie meninjau tiga calon lokasi pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, Selasa (10/2/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari tahapan awal penentuan lokasi pembangunan sekolah unggulan nasional tersebut.
Dalam peninjauan tersebut, Wamen Stella Christie didampingi Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, serta Wakil Bupati Boalemo bersama jajaran pemerintah daerah.
Lokasi pertama yang dikunjungi berada di Desa Piloliyanga, Kecamatan Tilamuta. Lahan yang berjarak sekitar dua kilometer dari Kantor Bupati Boalemo itu merupakan bekas Hak Guna Usaha (HGU) yang masa berlakunya telah berakhir dan tidak diperpanjang. Pemerintah Kabupaten Boalemo mengalokasikan lahan seluas kurang lebih 113 hektare di lokasi tersebut untuk pembangunan Batalyon TNI Angkatan Darat dan Sekolah Garuda.
Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke lokasi kedua di Desa Ayuhulalo, masih di Kecamatan Tilamuta. Sementara lokasi ketiga berada di wilayah Kecamatan Wonosari. Ketiga lokasi ini dipertimbangkan sebagai calon tempat pembangunan Sekolah Garuda yang dirancang sebagai sekolah menengah atas berkualitas tinggi dengan akses bagi siswa berprestasi dari berbagai daerah.
Wamen Diktisaintek Stella Christie menyampaikan bahwa program Sekolah Garuda telah menjadi gagasan Presiden sejak tahun 2012. Menurutnya, tujuan utama pembangunan sekolah ini adalah membuka akses pendidikan berkualitas bagi putra-putri terbaik bangsa yang selama ini belum memiliki kesempatan menempuh pendidikan SMA unggulan.
“Sekolah Garuda ini sudah dipikirkan oleh Bapak Presiden sejak tahun 2012. Tujuan nomor satu Bapak Presiden adalah memberikan akses kepada putra-putri terbaik bangsa yang belum bisa mengenyam pendidikan SMA paling berkualitas. Talenta kita tersebar di mana-mana, dan peluang itulah yang diciptakan oleh Bapak Presiden,” ujar Stella.
Lebih lanjut, Stella mengungkapkan bahwa dari total 20 Sekolah Garuda yang direncanakan dibangun di seluruh Indonesia, saat ini empat sekolah telah memasuki tahap pembangunan dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026–2027. Selain pembangunan sekolah baru, pemerintah juga menerapkan skema Sekolah Garuda Transformasi.
“Di Gorontalo sudah ada Sekolah Garuda Transformasi, yaitu MAN Insan Cendekia. Pembinaannya bukan pada gedung dan kurikulum, melainkan pada program, dengan target mengoptimalkan agar siswa MAN IC Gorontalo dapat diterima di perguruan tinggi top dunia,” pungkasnya.
Peninjauan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan unggulan di wilayah Gorontalo sekaligus mendorong pemerataan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.













