Jakarta– Selama ini, kanker payudara lebih sering dikaitkan dengan perempuan dewasa. Namun, siapa sangka bahwa penyakit ini juga bisa menyerang remaja perempuan? Menurut David Utama, Presiden Direktur Siloam Hospitals, faktor genetik menjadi salah satu pemicu utama yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada usia muda.
“Nomor satu kita lihat history keluarga. Kalau ibunya ada, neneknya ada, maka risiko kita lebih meningkat,” ujar David dalam acara Press Conference dan Buka Puasa bersama Siloam Hospitals di Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2025).
Karena itu, penting bagi remaja perempuan untuk mulai melakukan skrining kanker payudara sejak usia 20 tahun. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kelainan sedini mungkin, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat jika ditemukan risiko tertentu.
Kenapa Deteksi Dini Itu Penting?
Pemeriksaan kanker payudara pada usia muda tidak hanya membantu menemukan potensi masalah lebih awal, tetapi juga berfungsi sebagai edukasi agar perempuan lebih peduli terhadap kesehatannya.
David menyarankan agar remaja perempuan mulai berkonsultasi dengan dokter sejak usia 20 tahun. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi normal, maka pengecekan bisa dilakukan secara berkala sesuai dengan anjuran medis.
“Kalau umur 20 sudah melakukan pengecekan dan hasilnya baik, bisa dicek lagi beberapa tahun ke depan. Dokter akan menentukan kapan waktu yang tepat,” jelasnya.
Selain pemeriksaan medis, perempuan juga dianjurkan untuk rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) guna mendeteksi perubahan atau benjolan yang mencurigakan.
Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Kanker Payudara
Selain faktor genetik, gaya hidup juga memainkan peran besar dalam risiko terkena kanker payudara. Oleh karena itu, sejak usia remaja, penting untuk menerapkan pola hidup sehat seperti:
✅ Mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang kaya antioksidan, serat, dan rendah lemak jenuh.
✅ Rutin berolahraga untuk menjaga berat badan ideal dan meningkatkan sistem imun.
✅ Menghindari rokok dan alkohol, karena keduanya dapat meningkatkan risiko kanker.
✅ Mengelola stres dengan baik, karena stres berkepanjangan dapat memicu ketidakseimbangan hormon.
“Olahraga teratur itu sangat logis untuk kesehatan. Jadi, mulai sekarang, biasakan gaya hidup sehat,” tambah David.
Kesadaran Dini, Investasi Kesehatan Masa Depan
Kanker payudara memang menjadi ancaman serius, tetapi dengan kesadaran dini dan gaya hidup sehat, risiko penyakit ini bisa dicegah. Jangan tunggu sampai terlambat mulai lakukan deteksi dini dan ubah kebiasaan menjadi lebih sehat sejak sekarang.
Jika memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan saran terbaik dalam menjaga kesehatan. Karena dalam urusan kesehatan, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati!
(d10)













