, Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memberikan respon terhadap kritikan warga terkait jalan berlubang di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak dengan cara yang unik, yakni berbalas pantun.
Mas Ipin, sapaan Bupati Trenggalek, merespon keluhan warganya dengan pantun yang sama kreatifnya, “Neng Ngadimulyo jarena enek emas, Lek jareku kui ngapusi, Masyarakat Trenggalek, hei jangan cemas, Senaoso abot tetap tak urusi”.
Pantun tersebut dijawab oleh Bupati dengan pantun yang isinya memberikan penjelasan terkait perbaikan jalan yang dimaksud. “Ini akan dibangun 2024 induk, tapi kita usahakan lelangnya bisa dilakukan lebih awal,” ujarnya pada Rabu (10/5).
Meskipun jalan tersebut bukan jalan kabupaten, Bupati menyatakan bahwa pihaknya akan menganggarkan perbaikan jalan tersebut dalam APBD induk tahun 2024. Namun, untuk beberapa ruas yang dianggap bahaya, Bupati menyebutkan bahwa akan dilakukan perbaikan darurat dengan mengeluarkan anggaran dari dana pinjaman PEN.
Bupati Trenggalek juga mengungkapkan bahwa hampir seluruh jalan kota/kabupaten di Indonesia berada dalam kondisi yang sama, yakni sekitar 46-47% dalam kondisi rusak sedang dan rusak berat. Hal ini disebabkan oleh adanya refokusing anggaran selama pandemi COVID-19.
Namun, Bupati Trenggalek memastikan bahwa pihaknya telah mengalokasikan dana kurang lebih Rp.100 miliar dari dana pinjaman PEN untuk pembangunan infrastruktur jalan dan sekitar Rp.150 miliar untuk rumah sakit.
Bupati juga menyebutkan bahwa pihaknya telah mengusulkan beberapa instruksi presiden (Inpres) untuk memperbaiki infrastruktur jalan di daerahnya. Namun, karena tidak adanya Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik, maka dilakukan pengajuan melalui mekanisme Inpres.
“Pengusulannya sudah ke pusat dan ini belum di dok. InsyaAllah dari kemarin beberapa ratus miliar,” ujarnya.
“Kondisinya ini tidak jauh berbeda dengan kondisi di Kabupaten Trenggalek. Sebabnya karena kita hampir 3 tahun terkena refocusing. Kita tidak punya anggaran pembangunan infrastruktur selama covid. Begitu Covid selesai, menjelang transisi saya memberanikan diri untuk membangun infrastruktur menggunakan dana pinjaman PEN. Itupun untuk jalan kita sudah gelontorkan anggran kurang lebih Rp.100 miliar. Sisanya sekitar Rp. 150 an miliar untuk rumah sakit,” jelas bupati.












