https://wa.wizard.id/003a1b

BPBD Sergai Selalu Berada di Garda Depan Penanggulangan Bencana

Dailypost.id

DAILYPOST.ID , Serdang Bedagai – Misi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) terpancar dalam peranannya sebagai mitra strategis Bupati, yang memimpin pengkoordinasian, merancang kebijakan, dan menjalankan tindakan penanggulangan bencana sesuai otoritas pemerintahan Daerah.

Landasan operasional BPBD Sergai ditopang oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 21 Tahun 2008 yang mengatur pelaksanaan penanggulangan bencana, juga didukung oleh Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2016 yang menegaskan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

BPBD Sergai berperan dalam menyelenggarakan penanggulangan bencana dengan terkoordinasi dan terintegrasi bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah dan instansi vertikal di daerah, sesuai dengan pedoman dan regulasi yang berlaku dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Menurut informasi dari Plt. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sergai, Frits Ueki Prapanca Damanik, SE, MSi, BPBD Sergai telah mengokohkan eksistensinya dalam penanganan bencana selama ini.

BPBD Sergai menjalankan perannya dalam menangani bencana dengan pendekatan Pencegahan dan Kesiapsiagaan. Fokusnya adalah meminimalisir dampak bencana di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai.

Fungsi utama BPBD Sergai dalam hal ini adalah memitigasi dan mengurangi dampak bencana. Dengan kata lain, BPBD Sergai berperan sebagai lembaga yang turut serta dalam mengurangi penderitaan masyarakat akibat bencana.

Dalam hal ini, BPBD Sergai telah melaksanakan upaya-upaya pencegahan dan mitigasi risiko bencana. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat mengenai pencegahan bencana. Contohnya, kegiatan yang dilaksanakan belum lama ini pada Selasa (08/08/2023), di Desa Besar II Terjun, Kecamatan Pantai Cermin.

BPBD Sergai telah melaksanakan Pelatihan Pencegahan Mitigasi Bencana yang melibatkan sekitar 150 peserta dari masyarakat, aparatur desa, dan pengurus desa tangguh bencana. Desa Besar II Terjun, Desa Pantai Cermin Kanan, dan Desa Celawan adalah tiga desa yang turut serta dalam pelatihan ini.

Tak hanya itu, BPBD Sergai juga memiliki tanggung jawab dalam penyelamatan dan evakuasi korban bencana melalui Bidang Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana. BPBD Sergai telah secara konsisten menjalankan tugas ini, termasuk dalam menghadapi bencana banjir, di mana pihak BPBD selalu berada di garis depan penanganan pengungsi. Mereka menyediakan tenda-tenda dan fasilitas lainnya, termasuk perahu untuk evakuasi warga yang terjebak dalam banjir.

Pada bulan November dan Desember 2022, Kabupaten Serdang Bedagai dilanda banjir di beberapa Kecamatan. BPBD Sergai bersiap melalui pendistribusian tenda-tenda di wilayah terdampak banjir. Selain itu, kebutuhan dasar seperti logistik, beras, mie instan, dan air mineral juga disediakan di tempat-tempat pengungsian dan posko bencana.

BPBD Sergai melakukan dua gelombang distribusi logistik, yaitu pada November 2022 dan Desember 2022, yang diperuntukkan bagi wilayah Kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Serdang Bedagai.

Pada gelombang pertama, BPBD Sergai menyediakan bantuan berupa 55.000 kg beras, 3.750 papan telur, 700 kg gula, 4.250 kotak mie instan, 2.000 kaleng ikan dencis, 700 kotak air mineral, 700 kotak teh celup, 1.000 pampers, dan 500 pembalut wanita.

Sementara pada gelombang kedua, pada bulan Desember 2022, BPBD Sergai menyediakan 128.800 kg beras, 10.000 papan telur, 1.000 kg gula, 5.000 kotak mie instan, 1.000 kotak air mineral, 1.000 kotak teh celup, dan 1.000 pampers.

Tidak hanya dalam penanganan banjir, BPBD Sergai juga aktif dalam pencarian dan penyelamatan saat terjadi insiden orang hanyut di sungai. Dengan kerjasama bersama Basarnas, TNI, dan Polri, BPBD Sergai turut serta dalam operasi pencarian. Contohnya, BPBD Sergai telah beberapa kali bergabung dengan Satgas Basarnas Provinsi Sumatera Utara dalam mencari anak-anak yang hilang atau hanyut di Sungai Belutu, Kecamatan Tanjung Beringin, dan berhasil melakukan evakuasi.

Usai bencana, tugas BPBD Sergai tidak berhenti. Mereka melakukan penilaian kerugian yang diakibatkan oleh bencana alam, termasuk kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum. Ini dilakukan untuk perencanaan perbaikan dan rekonstruksi pasca bencana. BPBD Sergai memainkan peran penting dalam mengkoordinasikan upaya rekonstruksi yang dilakukan oleh instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinas Perwankim). Ini sejalan dengan mandat BPBD Sergai sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengkoordinasikan upaya penanggulangan bencana alam.

Koordinasi antar lembaga menjadi tonggak utama BPBD Sergai dalam merancang langkah-langkah perbaikan. Misalnya, BPBD Sergai menggandeng Dinas Pertanian untuk memulihkan kerusakan terkait pertanian, Dinas Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk mengembalikan fasilitas yang rusak, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengurus infrastruktur yang perlu direkonstruksi.

Namun, BPBD Sergai bukan hanya sekadar koordinator, mereka juga berperan dalam memimpin proses rekonstruksi dan memastikan kolaborasi antar lembaga berjalan mulus. Sebagai garda terdepan, mereka memastikan bahwa rekonstruksi tersebut berjalan efisien dan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Dalam perjalanan penanganan bencana, BPBD Sergai juga terlibat dalam merumuskan dan menerapkan strategi mitigasi jangka panjang. Ini mencakup pengembangan sistem peringatan dini yang lebih efektif, pendidikan bencana bagi masyarakat, dan peningkatan infrastruktur tahan bencana. Pada saat yang sama, mereka juga terus meningkatkan kemampuan internal melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi pegawai, sehingga mereka siap menghadapi tantangan bencana yang semakin kompleks.

Semangat kepedulian dan kesigapan BPBD Sergai dalam menghadapi bencana tidak boleh diabaikan. Melalui upaya pencegahan, mitigasi, penanganan korban, dan rekonstruksi pasca bencana, mereka menjadi pilar kuat bagi keamanan dan kesejahteraan masyarakat Sergai.

Tentu saja, tantangan yang dihadapi BPBD Sergai tidak pernah ringan. Bencana alam dapat datang kapan saja dan dalam berbagai bentuk. Oleh karena itu, peran BPBD Sergai sebagai lembaga yang selalu siaga dan adaptif sangat penting untuk menjaga ketahanan masyarakat dan wilayah dari ancaman bencana.

Sebagai kesimpulan, BPBD Sergai bukan hanya sekadar lembaga penanggulangan bencana, tetapi juga mitra strategis dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui tugas-tugasnya yang mencakup pencegahan, penanganan korban, dan rekonstruksi pasca bencana, mereka memainkan peran sentral dalam menjaga ketahanan dan resiliensi masyarakat Sergai terhadap bencana alam. Kesiagaan tak henti, semangat pengabdian, dan kerja keras BPBD Sergai patut diapresiasi sebagai contoh nyata dalam menghadapi tantangan alam yang tak terduga.

(Arifin)
Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version