, Limboto – Prof. Fory Naway, Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Gorontalo, menggarisbawahi pentingnya meningkatkan kreativitas anak melalui program literasi. Ia menjelaskan bahwa literasi tidak hanya terbatas pada keterampilan menulis atau mewarnai, melainkan meliputi empat aspek utama yang harus dipahami oleh orang tua dan guru.
Prof. Fory Naway menjelaskan, “Pertama, kita memiliki aspek intelektual, yang mencakup kemampuan otak, kecerdasan, dan kecerdasan anak. Kedua, adalah aspek emosional anak.”
Dalam rangka memperkuat kecerdasan anak, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo ini menyampaikan aspek ketiga, yaitu aspek sosial. Aspek ini mengacu pada nilai-nilai kebersamaan yang tercermin dalam cara anak-anak belajar bersama dengan semangat gotong royong, tanpa mengganggu satu sama lain.
“Kebersamaan dan kerja sama dalam belajar adalah inti dari aspek sosial ini,” kata Fory Naway saat menghadiri acara Peringatan Hari Anak Nasional di Kecamatan Bongomeme pada Sabtu (23/07/2023).
Aspek keempat yang dia sebutkan adalah aspek spiritual. Fory Naway menjelaskan bahwa orang tua berperan dalam membentuk aspek ini di rumah, sementara sekolah juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan pengenalan nilai-nilai keagamaan, bukan hanya dalam agama Islam, tetapi juga dalam semua agama yang ada di Indonesia.
“Mengenai literasi anak, bukan hanya mengenai pemahaman nilai-nilai agama Islam, tetapi juga mencakup semua agama, termasuk Kristen dan lainnya,” ungkapnya.
Fory Naway juga berharap bahwa guru dan orang tua dapat memperkenalkan literasi tentang budaya serta aspek kehidupan lainnya kepada anak-anak. Hal ini diharapkan dapat membantu perkembangan mereka dengan baik karena kecerdasan mereka akan terbentuk secara menyeluruh.
Bunda Baca Kabupaten Gorontalo ini juga mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Bunda PAUD Se-Kecamatan Bongomeme. Menurut Fory, peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli, menjadi momen produktif untuk meningkatkan kreativitas anak melalui berbagai kegiatan. Tema yang diangkat pada acara ini adalah “Anak Terlindungi Indonesia Maju”. Acara tersebut dihadiri oleh orang tua siswa, guru PAUD, kepala desa se-Kecamatan Bongomeme, ketua PKK desa, dan para undangan lainnya.












