Dari Pentadio ke Menara Pakaya: Strategi Revitalisasi Wisata dan Penguatan Ekonomi Gorontalo

Laode

DAILYPOST.ID Gorontalo—kembali menegaskan langkahnya menuju kebangkitan ekonomi daerah melalui penguatan sektor pariwisata. Di tengah kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki, berbagai upaya pembangunan kini diarahkan untuk menciptakan masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakat lokal.

Anggota DPR RI daerah pemilihan Gorontalo, Rachmat Gobel, melakukan kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Gorontalo dengan membawa visi besar pengembangan kawasan berbasis potensi lokal. Fokus utama kunjungan ini adalah mendorong revitalisasi destinasi wisata serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu agenda utama adalah penataan Pentadio Resort sebagai destinasi unggulan. Kawasan wisata ini direncanakan akan dikembangkan menjadi lebih modern, tertata, dan memiliki daya saing tinggi. Revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat citra Gorontalo sebagai destinasi potensial di Indonesia Timur.

Selain Pentadio, perhatian juga tertuju pada ikon daerah, Menara Pakaya Limboto. Kawasan ini akan ditata ulang dan dihidupkan kembali sebagai pusat aktivitas wisata dan ekonomi. Dengan pengembangan yang terarah, Menara Pakaya diharapkan menjadi ruang publik produktif yang mampu menggerakkan sektor UMKM dan menciptakan peluang usaha baru.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Rachmat Gobel juga meninjau Agrowisata Tilihuwa yang berlokasi di lahan demplot Tilihuwa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong integrasi sektor pertanian dan pariwisata berbasis masyarakat.

Tak hanya itu, kunjungan juga mencakup peninjauan Kantor Koperasi Desa Merah Putih di Kompleks Pasar Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat. Dalam kesempatan tersebut, turut dilaksanakan sosialisasi Empat Pilar sebagai bentuk penguatan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.

Upaya pembangunan ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan ekonomi kerakyatan. Pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan aktivitas ekonomi lokal menjadi prioritas utama dalam setiap program yang dijalankan.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci dalam mewujudkan visi tersebut. Pemerintah Kabupaten Gorontalo di bawah kepemimpinan Sofyan Puhi dan Tonny S. Junus turut berperan aktif dalam memastikan program berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembangunan yang inklusif hanya dapat terwujud ketika seluruh elemen—pemerintah dan masyarakat—bergerak bersama dalam satu tujuan.

Revitalisasi dari Pentadio hingga Menara Pakaya bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan langkah strategis untuk membangkitkan identitas daerah, memperkuat ekonomi lokal, dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi Gorontalo.

Dengan semangat falsafah daerah “Dulo Ito Moopolamahu Lipu, Lipundo Limutu Hulondalo”, Gorontalo kini menatap masa depan dengan optimisme—bangkit, berkembang, dan bersinar di kancah nasional.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version